Peristiwa Daerah

Jelang Idul Adha, Banyuwangi Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban

Selasa, 04 Juni 2024 - 15:30 | 14.79k
Pemeriksaan hewan kurban oleh tim Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Banyuwangi. (Foto: Dok TIMES Indonesia).
Pemeriksaan hewan kurban oleh tim Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Banyuwangi. (Foto: Dok TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 H/2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) tak henti-hentinya memastikan keamanan dan kelayakan hewan kurban yang akan dikonsumsi masyarakat. Pemeriksaan hewan kurban diperketat di seluruh peternakan dan lapak pedagang yang tersebar di Bumi Blambangan.

"Pemeriksaan kesehatan ini kami lakukan untuk memastikan bahwa hewan-hewan yang akan dijadikan kurban dalam kondisi sehat dan layak untuk dikonsumsi," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Banyuwangi, drh Nanang Sugiharto, Selasa, (4/6/2024).

Upaya ini dilakukan dengan melibatkan tim medis veteriner yang ahli dalam pemeriksaan hewan kurban. Tim ini bertugas untuk mengecek berbagai aspek kesehatan hewan, termasuk kondisi fisik, dan bebas dari penyakit menular.

Proses pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Banyuwangi dilakukan dengan sangat detail dan bertahap. Dimulai dari pemeriksaan fisik umum, pengambilan sampel darah dan feses, hingga pengukuran suhu tubuh dan pemeriksaan kelenjar getah bening.

Tim medis veteriner tak hanya memeriksa hewan sebelum disembelih (ante-mortem), tetapi juga setelah dipotong (post-mortem). Hal ini untuk memastikan tidak ada kecurigaan penyakit yang baru muncul setelah penyembelihan.

Bagi peternakan yang hewannya telah melewati pemeriksaan dan dinyatakan sehat, Dispertan Banyuwangi akan memberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

SKKH ini menjadi bukti bahwa hewan kurban dari peternakan tersebut terjamin kesehatannya dan aman untuk dikonsumsi.

Tak hanya peternakan besar, pemeriksaan hewan kurban juga dilakukan di lapak-lapak pedagang kecil yang biasa membeli hewan kurban dari pedagang pasar untuk dijual ke masyarakat.

“Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada satupun hewan kurban yang terlewat dari pemeriksaan kesehatan kita,” ujar Nanang.

Upaya Dispertan Banyuwangi dalam memperketat pemeriksaan hewan kurban ini merupakan wujud komitmen untuk menghadirkan Hari Raya Idul Adha yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Dispertan Banyuwangi terus melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban hingga mendekati Hari Raya Idul Adha.Bahkan, H-2 Idul Adha, Dispertan Banyuwangi akan melibatkan seluruh stakeholder dari Fakultas Kedokteran Hewan Unair, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), dan lainnya untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban sebelum dipotong.

Tak hanya sebelum dan saat penyembelihan, Dispertan Banyuwangi juga akan kembali memeriksa daging hewan kurban setelah dipotong.Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan bahwa daging tersebut benar-benar layak diedarkan dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Dengan langkah-langkah komprehensif ini, diharapkan masyarakat Banyuwangi dapat merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh khusyuk dan tanpa rasa khawatir akan keamanan dan kelayakan hewan kurban yang mereka konsumsi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES