Peristiwa Daerah

Diduga Frustasi, Polisi dan Warga Gagalkan Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Brantas Malang

Selasa, 04 Juni 2024 - 15:16 | 11.32k
Personel polisi patroli saat menenangkan perempuan yang hendak melakukan aksi percobaan bunuh diri di Jembatan Brantas, Kota Malang. (Foto: Tangkapan Layar/TIMES Indonesia)
Personel polisi patroli saat menenangkan perempuan yang hendak melakukan aksi percobaan bunuh diri di Jembatan Brantas, Kota Malang. (Foto: Tangkapan Layar/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan perempuan berinisial EP (33) berhasil digagalkan oleh pihak kepolisian dan warga sekitar. Aksi tersebut terjadi di Jembatan Brantas, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Blimbing, Kota Malang pada Selasa (4/6/2024) pukul 00.40 WIB dini hari tadi.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto membenarkan aksi percobaan bunuh diri tersebut.

"Kami mendapat laporan warga dan relawan melalui aplikasi Jogo Malang. Kemudian tim patroli bergerak ke lokasi dan benar ada perempuan mencoba melakukan aksi bunuh diri," ujar Yudi, Selasa (4/6/2024).

Yudi mengungkapkan, perempuan tersebut sudah berdiri di pinggir jembatan sembari melihat bawah lokasi jembatan.

Akhirnya, tim patroli bersama warga mencoba memegang perempuan tersebut dan menenangkannya.

"Sudah sempat mau lompat. Kita berikan pengertian dan yang bersangkutan sadar bahwa perbuatannya tidak terpuji," ungkapnya.

Usai diberi pengertian, perempuan tersebut lalu duduk dan menangis dipinggir jembatan. Sempat menolak dibawa oleh pihak kepolisian, namun akhirnya perempuan tersebut mau.

"Awalnya gak mau, suruh ninggal semua. Tapi kita tetap berusaha merayu dan akhirnya mau ke ambulance dan kita bawa ke Polresta Malang Kota," katanya.

Perempuan asal Kota Malang tersebut akhirnya mendapat pendampingan psikologis di Polresta Malang Kota.

Dari pengakuannya, perempuan tersebut merasa frustasi. Tapi alasan frustasinya, ia tak mau mengungkapkan.

"Dia frustasi, tapi gak tahu kenapa. Masalah keluarga atau apa dia tidak menjawab. Kita tidak bisa memuaskan. Takutnya kalau dipaksa dia akan melakukan pengulangan," tuturnya.

Saat ini, perempuan tersebut sudah dikembalikan ke pihak keluarga dan tetap mendapat dampingan konseling untuk mencegah adanya pengulangan aksi percobaan bunuh diri.

"Sudah dikembalikan ke pihak keluarga. Kita tetap pendampingan psikologis," imbuhnya.

Dengan adanya aksi ini, Yudi mengimbau kepada seluruh masyarakat jika menemui orang tak linglung dan berada di lokasi rawan segera melapor ke pihak kepolisian untuk segera ditindaklanjuti.

"Kita tetap koordinasi dengan semua pihak untuk mengantisipasi aksi-aksi percobaan bunuh diri. Kita akan berikan bimbingan konseling," ucapnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES