Peristiwa Daerah

Tampil Memukau di APEKSI 2024, Pj Wali Kota Malang Beri Apresiasi Delegasi

Jumat, 07 Juni 2024 - 09:11 | 10.72k
Parade Pratnyaparamita ingin Malang saat dipertunjukkan di Karnaval Budaya Nusantara Rakernas APEKSI XVII Tahun 2024. (Foto: Dok. Pemkot Malang/TIMES Indonesia)
Parade Pratnyaparamita ingin Malang saat dipertunjukkan di Karnaval Budaya Nusantara Rakernas APEKSI XVII Tahun 2024. (Foto: Dok. Pemkot Malang/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Delegasi Pemkot Malang dengan bangga menampilkan keindahan seni dan budayanya melalui Parade Pratnyaparamita ing Malang di Karnaval Budaya Nusantara, Rabu (5/6/2024) lalu. Kegiatan tersebut masuk dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XVII Tahun 2024 di Kota Balikpapan.

Dalam gelaran yang berada di area Dome, Balikpapan Sport & Convention Center (BSCC) itu, hadir juga Wakil Presiden RI terpilih 2024 - 2029, Gibran Rakabuming Raka. Bahkan, malam itu warga Balikpapan ikut berkumpul dan menyaksikan pagelaran seni budaya.

Rombongan pawai budaya dari Kota Malang juga disambut dan disaksikan langsung oleh Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi Pj Ketua TP PKK Kota Malang, Hanik Andriani Wahyu Hidayat yang kompak mengenakan busana Malangan. 

Art Director tim delegasi Kota Malang, Robby Hidajat mengungkapkan, Parade Pratnyaparamita ing Malang adalah perayaan budaya spektakuler ini, menampilkan keragaman dan kekayaan tradisi warisan budaya Kota Malang. 

"Diawali segmen tolak balak, menampilkan bala tantara caplokan kucingan dan celeng pengganggu pertanian," ujar Robby, Jumat (7/6/2024).

APEKSI-XVII-Tahun-2024-b.jpg

Selanjutnya, persembahan tari edan-edanan dengan gerakan ritmis penuh semangat melambangkan tolak balak untuk mengusir dan membersihkan energi negatif. Kemudian, ada penampilan Dayang Putri Kedaton yang menyertai Ratu Ken Dedes mengenakan kostum megah menggambarkan bunga teratai nan anggun yang merepresentasikan kesucian. 

"Tak hanya itu, Barisan Prajurit Tombak Braja menampilkan sosok barisan prajurit yang dengan gagahnya memegang senjata tradisional sebagai gambaran kekuatan dan keberanian. Parade budaya ini turut menyertakan lurah se-Kota Malang yang mengenakan kostum tradisional," ungkapnya.

Parade Pratnyaparamita ing Malang ini, ternyata tidak hanya menampilkan keindahan seni dan budaya saja. Akan tetapi, juga menyampaikan nilai moral keberanian, keanggunan dan kebijaksanaan, yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini dalam semangat kebanggaan budaya menuju Kota Malang Mbois Ilakes.

Sementara, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan apresiasinya kepada seluruh delegasi Kota Malang yang tampil memukau. Khususnya, kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) yang sudah berhasil berkolaborasi secara apik dengan Sanggar Sardulo Djojo, serta perwakilan guru seni budaya se-Kota Malang yang tergabung dalam paguyuban guru seni tari.

"Alhamdulillah, tadi saat delegasi Kota Malang menampilkan Parade Pratnyaparamita ing Malang disambut dengan sangat meriah oleh para tamu yang hadir dan masyarakat yang menyaksikan. Terlihat dari para penonton yang antusias mengabadikan seni budaya yang kita suguhkan," tuturnya.

Menurut Wahyu, ini juga menjadi kesempatan penting Kota Malang untuk memperkenalkan budayanya ke seluruh Indonesia.

"Ajang Rakernas Apeksi ini menjadi sarana Kota Malang untuk memperkenalkan kekayaan wisata dan budaya kepada khalayak luas," ucapnya.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES