Peristiwa Daerah

Abulyatama Indonesia: Kemampuan GEN Z Bisa Gerakkan Ekonomi dan Kemanusiaan

Jumat, 07 Juni 2024 - 16:01 | 14.94k
Peserta talkshow Kadin Kota Bandung berfoto bersama Ir Iwa Gartiwa, Ketua Kadin setelah acara selesai. (Foto: Djarot/TIMES Indonesia)
Peserta talkshow Kadin Kota Bandung berfoto bersama Ir Iwa Gartiwa, Ketua Kadin setelah acara selesai. (Foto: Djarot/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Generasi Z yang lahir dari tahun 1997 hingga 2012 menjadi salah generasi yang digadang-gadang aset menuju Indonesia emas, 2045. Dengan menempati urutan kedua generasi yang memiliki pengaruh pada produktivitas di negeri ini, tentu Gen Z bisa memberikan kontribusi untuk peningkatan ekonomi, finansial dan lainnya. 

Namun, untuk menuju Indonesia emas di 2045 ternyata masih ada kegalauan yang diderita oleh para Gen Z tersebut dan salah satunya adalah perihal masa depan keuangan. Masa depan yang mereka khawatirkan terutama persaingan yang harus mereka hadapi. 

Beruntunglah, dengan kondisi persoalan yang Gen Z hadapi, ada lembaga filantropi yang bisa membantu mensolusikan kegelisahan Gen Z.

Dalam rangka mengapresiasi dan menggali lebih peran dan kontribusi Generasi Z untuk pembangunan ekonomi dan kemanusiaan, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Abulyatama Indonesia berskala nasional bekerja sama dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Bandung menggelar acara talkshow inspiratif bertajuk "Peran dan Kontribusi Gen Z untuk Ekonomi dan Kemanusiaan". Dan kegiatan ini pun mendapat dukungan dari beberapa media online dan salah satunya adalah TIMES Indonesia Bandung. 

"Generasi Z, yang kini mulai memasuki dunia kerja dan mengambil peran penting di berbagai sektor, tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu kemanusiaan,ujar Kamaludin Syakir, Chief Program Officer LAZ Abulyatama Indonesia, Jumat (7/6/2024).

"Kami bergerak saat ini dengan jaringan internal Abulyatama saja sebanyak 87 titik tersebar di Indonesia. Apabila gerakan Abulyatama ini mendapat respon positif dari para Gen Z, kami yakin sebarannya akan semakin viral dan masive," tuturnya. 

Kamaludin pun menuturkan bahwa dengan ikut bergabungnya para Gen Z untuk menyebarkan kebaikan ini, tidak hanya akan berdampak di Indonesia tetapi juga bisa hingga ke negara Palestina atau negara lainnya. 

Ia juga memberikan saran kepada para Gen Z yang saat ini mengalami tekanan atau mental health bermasalah, agar selalu menerapkan perilaku syukur dalam kehidupan karena dengan seringnya bersyukur, maka apapun situasi dan kondisi yang dialami diri akan mampu dihadapi. 

Terlebih, bilamana yang menjadi persoalan adalah minusnya financial, maka bergabung menjadi afiliasi LAZ Abulyatama bisa menjadi solusi atau jalan keluarnya. 

"Anak-anak Gen Z itu harus diberikan dukungan dan motivasi oleh para senior dan orang tuanya, mereka harus banyak berkolaborasi, berinterasi merealisasikan ide-idenya agar bisa kreatif dan menjadi generasi potensial ke depannya," ujar Ir. Iwa Gartiwa, M.M., Ketua Kadin Kota Bandung menambahkan.

"Mereka semua adalah generasi potensial, kreatif dan penguasaan teknologinya sangat bagus tetapi jika mentalitas pemenangnya tidak ada maka akan tidak berguna juga keahlian yang dimiliki," ungkap Iwa. 

Ketua Kadin Kota Bandung ini pun menuturkan bahwa belum lama ini mereka mendapat undangan kerja sama dari negara Amerika untuk peluang kerja bersama sdm di bidang teknologi.

Ia mengatakan bahwa peluang kerja sama ini muncul karena adanya potensi sdm Indonesia yang potensial untuk menjadi mitra dalam pengerjaan teknologi. Kegiatan kerja sama yang nantinya dilakukan antara Indonesia dan Amerika untuk menjadi penyeimbang sdm yang berkontribusi di sana. Hal ini disebabkan negara India selama ini dominan menjadi penyumbang besar sdm di bidang teknologi di Amerika.

"Perihal mental health yang sering dialami oleh para Gen Z baiknya dikesampingkan terlebih dahulu dan mulailah mau mengerjakan sesuatu yang menurutnya bermanfaat baik untuk diri, sosial dan lainnya," terang Rafi Prishatama Suhendar, Gen Z Entrepreneur, pemilik PT Teman Kreatif Indonesia.

"Tidak semua Gen Z memiliki kendala dalam mental produktive mereka tetapi jika soal mental instan memang mau tidak mau muncul akibat dampak teknologi yang memudahkan generasi ini," tutur Thama. 

Ia ingin mengajak teman-teman Gen Z untuk mau bergerak dan berubah menjadi generasi potensial, generasi emas bukan malah menjadi generasi cemas. 

Menurut owner PT Teman Kreatif Indonesia, adanya kegiatan zoom saat ini adalah sebagai pengenalan kepada para Gen.Z dan juga salah satu wadah dan solusi nyata dari LAZ Abulyatama Indonesia untuk kemajuan ekonomi dan sosial kemanusiaan adalah dengan mengajak Generasi Z untuk menjadi Agen Kebaikan dalam sebuah Gerakan #SemuaBisaBerbuatBaik.

Kamaludin pun berharap dengan diadakannya talkshow ini diharapkan pula terjalin kolaborasi yang lebih erat antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan organisasi sosial, untuk mendukung kontribusi positif Generasi Z yang melahirkan solusi spiritual, sosial dan financial.

"Harapan saya kepada yang menyaksikan kami saat ini, saya mengajak, mari bersama-sama mendukung Generasi Z dalam mewujudkan ekonomi yang berkelanjutan dan masyarakat yang lebih manusiawi," pungkas Kamaludin menutup pembicaraan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES