Peristiwa Daerah

Banyuwangi Ethno Carnival 2024 Tetap Digelar Wilayah Kota

Sabtu, 08 Juni 2024 - 17:31 | 19.34k
Salah satu Kostum BEC. (Foto : Dok. TIMES Indonesia)
Salah satu Kostum BEC. (Foto : Dok. TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGIBanyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2024 yang bertema ‘Ndaru Desa’ Revival of Village yang semula diwacanakan akan berpindah lokasi ke Kecamatan Genteng, dipastikan tetap digelar di wilayah kota.

Sebelumnya, muncul wacana jika event megah Banyuwangi Ethno Carnival yang menjadi panggung nasional karena masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) itu, akan dipindah dan pusatkan ke wilayah Banyuwangi bagian selatan yakni Kecamatan Genteng dengan maksud meningkatkan perekonomian wilayah.

Dijelaskan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi Ainur Rofiq, wacana Banyuwangi Ethno Carnival 2024 yang akan dipusatkan di wilayah Banyuwangi bagian selatan yakni di Kecamatan Genteng tidak bisa dilaksanakan. Sementara gelaran fashion etnik tersebut tetap diselenggarakan di Banyuwangi Kota.

“Tim telah melakukan beberapa kali peninjauan ke lokasi, hingga dilakukan kajian dengan dirapatkan bersama instansi pemerintahan, pemangku wilayah mulai dari camat hingga kepada desa beserta stakeholder,” ucap Rofiq pada Sabtu, (8/6/2024).

Dari hasil kajian tersebut, masih Rofiq, secara teknis terselenggaranya Banyuwangi Ethno Carnival 2024 di Kecamatan Genteng belum dapat dilakukan.

Rofiq menerangkan, terdapat beberapa alasan yang menjadi kendala atau kesulitan apabila Banyuwangi Ethno Carnival 2024 diselenggarakan di Kecamatan Genteng yaitu meriahnya Banyuwangi Ethno Carnival akan menutup atau menghambat akses atau rute menuju pelayanan kesehatan. 

“Di Genteng ada RSUD Genteng dan RS Al Huda, jika tetap digelar di sana, akan membuat akses menuju ke sana terhenti,” terangnya.

Selain menghambat akses masyarakat menuju pelayanan kesehatan. Rute yang akan dijadikan pusat lokasi tampil Banyuwangi Ethno Carnival 2024 di Genteng, juga bakal mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat sekitar. 

Pada kasusnya, Rofiq mengatakan, jika Banyuwangi Ethno Carnival 2024 tetap dilaksanakan di Kecamatan Genteng dipastikan akan mengganggu aktivitas di Pasar Genteng. Pasar genteng sendiri juga menjadi salah satu pasar terbesar di Kabupaten Banyuwangi.

“Pasar Genteng tempat para berdagang berjualan dari berbagai daerah, terlebih pasar genteng juga ramai pada sore hingga dini hari,” katanya. 

“BEC juga akan mengganggu aktivitas masyarakat muslim yang beribadah karena adanya masjid besar di sana, faktor-faktor lain ada kenapa BEC 2024 belum bisa dilaksanakan di Genteng,” tambah Rofiq.

Adanya faktor-faktor tersebut, Rofiq menyebut, Pimpinan memutuskan bahwa Banyuwangi Ethno Carnival 2024 masih diselenggarakan di wilayah Banyuwangi Kota.

“Semoga BEC selanjutnya bisa digelar di setiap wilayah Di Banyuwangi,” tandasnya.

Dalam kesempatan wawancaranya Rofiq membeberkan, sehubungan dengan adanya proyek revitalisasi Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan, tahun ini titik pusat Banyuwangi Ethno Carnival 2024 akan dipindahkan.

“Yang semula digelar di SDN 1 Kepatihan, kemudian untuk BEC 2024 akan digeser di depan Hotel Blambangan,” pungkasnya.

“Jadi start ada di depan Hotel Blambangan kemudian contraflow (lawan arah) menuju simpang 5 kemudian belok kiri hingga finish di Kantor kecamatan Banyuwangi. Panjang Rute tetap sama kurang lebih 2 Km,” imbuh Rofiq.

Sebagai Informasi Banyuwangi Ethno Carnival 2024 diikuti total oleh 130 peserta yang terdiri dari 112 perwakilan desa dan 18 untuk umum. Untuk saat ini talent sudah dalam tahap final, kostum sudah 50 persen dan musik pengiring Banyuwangi Ethno Carnival 2024 dua minggu lagi sudah tahap final. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES