Peristiwa Daerah

Jabar Dorong Gelaran Event Wisata di Setiap Daerah, Incar Kunjungan 218 Juta Wisatawan

Sabtu, 08 Juni 2024 - 23:59 | 12.55k
Sekjen Kementerian LIngkungan Hidup dan Kehutanan, Bambang Hendroyono hadir membuka Ciremai Fest 2024. (Foto: Humas Jabar)
Sekjen Kementerian LIngkungan Hidup dan Kehutanan, Bambang Hendroyono hadir membuka Ciremai Fest 2024. (Foto: Humas Jabar)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) gencar mendorong setiap kabupaten dan kota untuk menyelenggarakan event pariwisata. Upaya ini bertujuan untuk menarik minat wisatawan dan menguatkan sektor pariwisata di Jabar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, Benny Bachtiar, menyampaikan bahwa event pariwisata merupakan salah satu strategi penting dalam pengembangan pariwisata. Ia mengungkapkan arahan dari Penjabat Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, untuk memperbanyak event pariwisata dengan target berkelas internasional.

"Targetnya, 27 kabupaten dan kota di Jabar memiliki event pariwisata sendiri," jelas Benny, Sabtu (8/6/2024).

Upaya ini disambut baik oleh Kabupaten Kuningan, salah satu daerah di Jabar Selatan yang kini menjadi fokus pengembangan pariwisata bersama dengan kawasan Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka). Hal ini dilakukan untuk mencapai target kunjungan wisatawan ke Jabar sebanyak 218 juta orang pada tahun ini.

Salah satu contoh event pariwisata yang diselenggarakan di Kuningan adalah Ciremai Fest 2024, yang berlangsung dari Jumat (7/6/2024) hingga Minggu (9/6/2024). Festival ini menghadirkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari Gerakan Sapu Gunung, Kemah Konservasi, pertunjukan musik, hingga sport tourism Jabar Ultra Trail Run.

Penjabat (Pj.) Bupati Kuningan, Iip Hidajat, mengungkapkan bahwa Ciremai Fest 2024 bertujuan untuk membangkitkan semangat masyarakat Jabar, khususnya Kuningan, dalam menjaga kelestarian Gunung Ciremai.

"Gunung Ciremai adalah aset berharga Jabar yang harus diwariskan kepada generasi penerus. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi agar tercipta rasa memiliki dan kepedulian terhadap Gunung Ciremai, sehingga terjaga kelestariannya dan potensinya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," tuturnya.

Lebih lanjut, Iip Hidajat menyampaikan bahwa kolaborasi berbagai pihak sangatlah diperlukan untuk mencetak generasi muda yang peduli terhadap Gunung Ciremai. Salah satu upayanya adalah dengan menjadikan Pelajaran Pelestarian Gunung Ciremai sebagai muatan lokal bagi pelajar di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan, mulai dari tingkat SD hingga universitas.

"Hasil diskusi dengan berbagai pihak, termasuk pegiat lingkungan, budayawan, dan komunitas, menghasilkan kesepakatan untuk memasukkan muatan lokal Gunung Ciremai ke dalam kurikulum Merdeka. Diharapkan langkah ini dapat memberikan dampak positif bagi Jabar, nasional, bahkan internasional, mengingat pentingnya Gunung Ciremai bagi kelestarian alam," jelasnya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bambang Hendroyono, yang hadir membuka Ciremai Fest 2024, mendukung rencana muatan lokal pada kurikulum Merdeka di Kabupaten Kuningan.

"Kesadaran untuk menjaga dan melestarikan alam harus ditanamkan sejak dini. Manusia membutuhkan alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya," tandasnya.

Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) memiliki peran penting sebagai sumber air bagi warga Ciayumajakuning dengan 97 mata air, di mana 54 di antaranya sudah dimanfaatkan untuk air minum dan pertanian. Selain itu, TNGC juga menjadi habitat bagi berbagai satwa langka seperti Surili, Elang Jawa, dan Macan Kumbang.

Upaya pengembangan pariwisata di Jabar yang diiringi dengan pelestarian alam diharapkan dapat membawa manfaat bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES