Peristiwa Daerah

Doa Bersama untuk Pemerintahan Baru, Ustadz Das'ad Latif: Kita Kosong-kosong

Minggu, 09 Juni 2024 - 16:37 | 17.75k
Ustadz Das'ad Latif saat memberikan ceramah di depan Kiai Kampung dalam acara doa bersama dan Tazkirah, di Kastil Atamimi Palace, Malang, Minggu (9/6/2024). (FOTO: Adit/TIMES Indonesia)
Ustadz Das'ad Latif saat memberikan ceramah di depan Kiai Kampung dalam acara doa bersama dan Tazkirah, di Kastil Atamimi Palace, Malang, Minggu (9/6/2024). (FOTO: Adit/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Pendakwah kondang, Ustadz Das'ad Latif ikut dalam doa bersama dan Tazkirah untuk pemerintahan baru, bersama Kiai Kampung di Malang, Jawa Timur. Dalam ceramahnya, ia menyampaikan, saat ini sudah tidak ada lagi pendukung 01, 02 dan 02. Yang ada adalah kosong-kosong.

Hal itu disampaikan Ustadz Das'ad Latif dihadapan para kiai Kampung, saat ikut doa bersama dan Tazkirah yang berlangsung secara offline dan online di berbagai daerah di Indonesia, Minggu (9/6/2024) di Kastil Atamimi Palace, Malang, Jawa Timur.

Tazkirah-2.jpg

"Saat ini tak ada lagi pendukung 01, 02 dan 03. Yang adalah kosong-kosong. Mari doakan presiden terpilih Pak Prabowo Subianto diberikan kekuatan untuk memimpin Indonesia yang lebih baik," tegas Ustadz Das'ad Latif.

Lebih lanjut ustadz yang memiliki followers 3,34 juta itu banyak mengulas soal ikhtiar dan doa. Bahwa apapun yang diperjuangkan oleh manusia itu harus dikembalikan kepada kehendak Allah. Kalau Allah sudah mentakdirkan, pasti akan terjadi. 

"Apapun usaha dan doa yang kita lakukan, jika belum ditakdir oleh Allah, tak akan terjadi. Pak Prabowo beberapa kali nyapres belum terpilih. Baru pada Pemilu 2024 dikabulkan oleh Allah jadi Presiden," katanya.

Ustadz Das'ad Latif menyontohkan dirinya yang bercita-cita jadi dokter. Tapi Allah tidak mengabulkan. "Saya hanya lolos kuliah di jurusan Komunikasi. Kini ditakdir jadi penceramah yang memberi nasihat banyak orang. Allah memberi takdir saya seperti ini," katanya.

Tazkirah-3.jpg

Doa itu tambah Ustadz Das'ad Latif, ada yang langsung dikabulkan, ada yang tidak langsung dikabulkan. Perlu proses lama. Ada yang jalan pintas, ada yang lambat.

"Tapi, intinya sama-sama dikabulkan oleh Allah. Itulah doa. Jangan pernah su'udzan pada siapapun. Doakan semua yang terbaik," katanya.

Di tempat yang sama, Kastil Atamimi Palace, Malang, Mujadalah Kiai Kampung juga digelar. Hadir saat itu, dua calon Presiden RI. Yakni Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Beberapa janji kampanye juga disampaikan dihadapan Kiai Kampung yang hadir.

"Semoga apa yang dijanjikan bisa direalisasikan dengan baik. Baik untuk rakyat dan negara. Pak Prabowo diberikan kesehatan dalam menjalankan roda pemerintah nantinya. Doa kita semua dikabulkan oleh Allah SWT," jelasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES