Peristiwa Daerah

Ethno Food Tumpeng Sewu Banyuwangi Menggali Kearifan Lokal dan Potensi Gizi Tradisi Geopark Ijen

Senin, 10 Juni 2024 - 07:18 | 19.11k
Suasana para peserta Ethno Food Tumpeng Sewu di Desa Kemiren, Banyuwangi. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia)
Suasana para peserta Ethno Food Tumpeng Sewu di Desa Kemiren, Banyuwangi. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Ethno Food Tumpeng Sewu, sebuah kegiatan yang menggali kearifan lokal dan potensi gizi tradisi di Geopark Ijen, sukses digelar di Situs Budaya Desa Adat Kemiren Banyuwangi, Minggu, (9/6/2024).

Acara yang dikemas dalam bentuk workshop dengan menghadirkan berbagai narasumber, termasuk tokoh adat, akademisi, dan ahli gizi.

Ketua Panitia Ethno Food Tumpeng Sewu, Muhammad Ali Maskur, menjelaskan bahwa kegiatan ini berfokus pada makanan tradisional yang berkaitan dengan ritual adat dari berbagai etnis dan suku di Geopark Ijen. 

"Bukan hanya sekedar kegiatan kuliner, Ethno Food hadir sebagai perjalanan menggali kearifan lokal dan potensi gizi yang terkandung dalam setiap menu pada ritual adat yang terus dilestarikan di kawasan Geopark Ijen," kata Ali kepada TIMES Indonesia.

Lebih dari sekadar menyantap hidangan lezat, Ethno Food Tumpeng Sewu menghadirkan workshop dengan narasumber ahli, seperti Adi Purwanto, yang mengupas tuntas sejarah dan makna di balik tradisi Tumpeng Sewu.

Ethno-Food-Tumpeng-Sewu.jpgKetua Panitia Ethno Food Tumpeng Sewu, Muhammad Ali Maskur, sambutan pembukaan acara Ethno Food Tumpeng Sewu. (Foto: Fazar /TIMES Indonesia)

Adi yang juga sebagai Ketua Rumah Budaya Osing (RBO) ini mengajak para peserta menyelami asal-usul tradisi, mulai dari kebiasaan selamatan di berbagai lingkungan Desa Kemiren hingga transformasinya menjadi tradisi desa tunggal sejak 2007 melalui Peraturan Desa (Perdes).

Tumpeng Sewu tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga sarat makna. Sajian ini menjadi simbol rasa syukur desa dan tradisi bersih desa untuk menangkal marabahaya. Semarak acara semakin terasa dengan berbagai kegiatan seperti mepe kasur hingga pertunjukan tari-tarian tradisional.

Tak hanya ditujukan bagi masyarakat umum, Ethno Food Tumpeng Sewu juga menjadi wadah edukasi bagi generasi muda. Puluhan peserta diajak mengenal lebih dalam tradisi Tumpeng Sewu, melampaui makna selamatan biasa. 

“Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat khususnya anak muda lebih mengenal lebih dalam makna dari kuliner-kuliner pada selamatan khususnya Tumpeng Sewu,” ujar Ali.

Acara semakin meriah dan menjadi momen istimewa untuk menyaksikan langsung tata cara penyajian berbagai hidangan Tumpeng Sewu, termasuk proses pembuatan pecel pitik yang khas.

Ethno Food Tumpeng Sewu menjadi bukti nyata komitmen untuk melestarikan kearifan lokal dan kekayaan budaya Geopark Ijen. Lebih dari sekadar sajian lezat, tradisi Tumpeng Sewu menyimpan nilai-nilai luhur yang patut dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus.

Selain itu, acara ini dapat menjadi wadah yang menarik untuk mempelajari kekayaan kuliner dan tradisi di Geopark Ijen  yang digelar di Situs Budaya Desa Adat Kemiren Banyuwangi ini. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES