Peristiwa Daerah

Lestarikan Budaya, Ratusan Pelajar Kediri Ikuti Lomba Permainan Tradisional

Selasa, 11 Juni 2024 - 21:14 | 13.09k
Para pelajar SMP Kabupaten Kediri saat mengikuti lomba Dagongan (Foto: Yobby/Times Indonesia)
Para pelajar SMP Kabupaten Kediri saat mengikuti lomba Dagongan (Foto: Yobby/Times Indonesia)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Menjadi bagian dari budaya, permainan tradisional perlu terus dikenalkan kepada generasi muda masa kini. Ratusan pelajar SMP di Kabupaten Kediri, Selasa (11/06/2024) dengan antusias mengikuti perlombaan permainan tradisional. 

Berlangsung di lapangan Sumber Kembangan Paron, Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri para pelajar SMP tersebut menikmati keseruan saat beradu ketangkasan menggunakan Egrang, terompah dan beradu kuat menarik Dagongan. 

Seperti yang diungkapkan salah satu peserta Dagongan bernama Zivanna. Pelajar putri asal SMP 1 Semen itu menuturkan dirinya dan teman satu timnya hanya berlatih dua kali untuk ajang permainan tradisional tersebut. Meski begitu, tidak menyurutkan semangat mereka untuk menghadapi tim lawan. 

Dagongan sendiri merupakan permainan tradisional seperti yang mirip dengan tarik tambang. Yang membedakan jika tarik tambang menggunakan tali tambang, dagongan menggunakan batang bambu. "Seru. Waktu menarik (Dagongan) susah, tapi waktu berhasil menang, senang. Ini pertama kali main," ujarnya. 

Rata-rata para pelajar yang ikut ambil bagian memang baru pertama kali mencoba permainan tradisional tersebut. Namun ada juga yang sudah mengetahui permainan tersebut. "Senang (bisa main lagi). Sebelumnya pernah main waktu kecil," ujar pelajar asal SMP 2 Plosoklaten bernama Dafa. 

Dari perlombaan permainan tradisional ini, para generasi muda Kabupaten Kediri diharapkan bisa lebih mengenal permainan ataupun budaya tradisional. Apalagi selain para pelajar yang ikut serta, perlombaan juga ditonton para pelajar lain yang menjadi pendukung sekolah masing-masing dan juga masyarakat sekitar. 

Kepala Dinas Pendidikan M Muhsin melalui Sub Koordinator Seksi Pemuda dan Olahraga Tri Setyo Nugroho menuturkan dengan mengenalkan permainan tradisional ke generasi muda juga bermanfaat untuk mencegah permainan tradisional yang penuh unsur budaya, dari kepunahan. 

"Mas Bupati sebelumnya juga menyampaikan untuk lebih menggiatkan segala macam bentuk olahraga. Baik olahraga prestasi, olahraga yang sifatnya hiburan, juga melestarikan olahraga peninggalan nenek-nenek yang kita dulu. Karena itu kita giatkan lagi olahraga tradisional ini," ungkapnya.

Perlombaan ini juga menjadi ajang seleksi. Para pemenang dari perlombaan tersebut akan mewakili Kabupaten Kediri dalam event serupa di tingkat provinsi Jawa Timur. 

Sebelumnya Kabupaten Kediri pernah meraih gelar juara dua di kategori Egrang, kompetisi permainan tradisional Jawa Timur yang berlangsung sebelum pandemi Covid-19 lalu. "Jumlah peserta lomba tahun 2024 ini berasal kemarin 52 SMP Negeri di Kabupaten Kediri. Dari setiap sekolah mengirimkan satu tim terompah yang berisi lima anak, satu tim egrang, tiga anak, satu tim dagongan putri, lima anak. Total sekitar 600 pelajar ambil bagian," pungkasnya. 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES