Peristiwa Daerah

Siaga Tsunami Pantai Selatan, BPBD dan Masyarakat Susuri Jalur Evakuasi Pantai Konang Trenggalek 

Rabu, 26 Juni 2024 - 21:23 | 19.88k
Tim BPBD Jatim dan BPBD Trenggalek bersama masyarakat memastikan papan jalur evakuasi tersedia di setiap jalan, Rabu (26/6/2024). (FOTO: Dok. Humas BPBD Jatim)
Tim BPBD Jatim dan BPBD Trenggalek bersama masyarakat memastikan papan jalur evakuasi tersedia di setiap jalan, Rabu (26/6/2024). (FOTO: Dok. Humas BPBD Jatim)

TIMESINDONESIA, SURABAYABPBD Jatim mengantisipasi prediksi BMKG akan adanya potensi gempa bumi dan tsunami di kawasan pantai selatan. Salah satunya, melalui kegiatan festival Kesiapsiagaan Gempa Bumi dan Tsunami (Gempi) yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh BPBD Kabupaten Trenggalek, stakeholder setempat dan BPBD Jatim di Kawasan Pantai Konang, Trenggalek, Rabu (26/6/2024).

Berbagai kegiatan dilangsungkan guna menyemarakkan festival ini, di antaranya, apel kesiapsiagaan yang dilanjut dengan simulasi evakuasi mandiri dengan menyusuri jalur evakuasi menuju zona aman tsunami.

Simulasi yang ditandai dengan penekanan tombol sirene EWS ini dipimpin Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Trenggalek, dr Saeroni. 

evakuasi-jalur-mandiri.jpgBPBD Jatim melakukan simulasi evakuasi jalur mandiri, Rabu (26/6/2024). (FOTO: Dok.Humas BPBD Jatim)

Turut mendampingi, Kalaksa BPBD Kab. Trenggalek Triadi Atmono, Kalaksa BPBD Jatim yang diwakili Analis Bencana Dadang Iqwandy, perwakilan Forkopimda setempat, BMKG Nganjuk dan sejumlah unsur penthahelix.

Simulasi susur jalur evakuasi ini juga diikuti ratusan warga setempat, mulai dari kalangan ibu-ibu, anak-anak, kelompok pemuda hingga perangkat desa di wilayah Panggul dan Wonocoyo.

Dengan berjalan kaki dan sesekali melakukan lari-lari kecil, lebih dari 200 warga mencoba jalur evakuasi dengan jarak sekitar 2 km.

"Simulasi yang kita lakukan ini tadi sesuai dengan teori 20:20:20. Yaitu, 20 detik gempa, 20 menit waktu evakuasi, dan menuju zona aman di atas 20 meter dari ketinggian pantai," ujar Kalaksa BPBD Trenggalek, Triadi Atmono. 

Asisten I Pemkab Trenggalek Saeroni pun mengapresiasi kegiatan yang melibatkan masyarakat dan stakeholder kebencanaan ini.

Baginya, kegiatan ini sangat bagus karena mampu mengedukasi masyarakat secara langsung dengan susur evakuasi, mulai titik sirene hingga zona aman.

Analis Bencana BPBD Jatim Dadang Iqwandy juga mengapresiasi kegiatan ini, karena merupakan wujud kolaborasi dari segenap unsur penthahelix. 

Dengan pelibatan semua unsur, termasuk masyarakat, akan terbangun kesadaran akan kesiapsiagaan bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami. 

"Kami berharap, daerah lain yang berada di garis pantai selatan bisa melakukan sosialisasi dan simulasi seperti ini, agar mampu mengurangi risiko bencana," harapnya.

Sementara, selain simulasi evakuasi tsunami, festival Gempi kali ini juga ditandai dengan ragam kegiatan lain, seperti, edukasi bencana kepada kelompok usia dini, penyerahan bantuan 200 bibit Pohon Cemara Udang dari BPBD Jatim sekaligus penanaman sebagiannya di pinggiran Pantai Konang.

Lalu, sosialisasi penanggulangan bencana, pengukuhan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana), dan bersih-bersih pantai. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES