Peristiwa Daerah

Bank Indonesia Jember Siap wujudkan UMKM Sekarkijang Ramah Lingkungan Berdaya Saing Global

Kamis, 27 Juni 2024 - 22:44 | 14.89k
Kepala KPwBI Jember, Gunawan bersama narsum dan para tamu undangan dalam rangkaian Sekarkijang Creative Fest (SCF) 2024. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia).
Kepala KPwBI Jember, Gunawan bersama narsum dan para tamu undangan dalam rangkaian Sekarkijang Creative Fest (SCF) 2024. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Kepedulian Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember (KPwBI Jember) alias BI Jember terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya di wilayah Sekarkijang (Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember dan Lumajang) patut diacungi jempol. Mereka tidak hanya berkomitmen untuk meningkatkan daya saing global UMKM, tetapi juga untuk mengintegrasikan praktik ramah lingkungan.

Guna menjadikan UMKM di wilayah Sekarkijang ramah lingkungan dan berdaya saing global. Kali ini, Bank Indonesia Jember menggelar seminar nasional yang bertajuk ‘UMKM Go Green for Sustainable Economy’ dan Bincang Buku ‘Pangan Lokal Alternatif di Sekarkijang’ di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Kamis, (27/6/2024).

Memastikan wawasan yang disampaikan benar-benar berbobot, Bank Indonesia Jember menggandeng sejumlah narasumber untuk mengisi seminar diantaranya, Plh Direktur Pembiayaan Kementerian Pertanian, Siswoyo SP, MP, Asesor Manajemen Mutu Industri Ahli Pertama Kementerian Perindustrian, Zakiyah Ash-Shofi ST, MT, Akademisi Universitas Jember, Nining Ika Wahyuni SE, MSc, CSRS, CSRA dan CEO PT. Daur Bumi Abadi, dr. Ananta Naufal Habibi, Sp.OT. 

Sedangkan untuk acara bincang buku, Bank Indonesia Jember mengundang narasumber Pustakawan Nasional Republik Indonesia, Edi Wiyono SSos, MTrAP, Guru Besar Bidang Pangan Universitas Jember, Prof Ir Ahmad Subagyo, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Ilham Juanda dan salah satu penulis Buku berjudul Pangan Lokal Alternatif di Sekarkijang, Ayu Asih Kamiliyana.

KPwBI-Jember-Gunawan.jpgKPwBI Jember, Gunawan saat membuka seminar bertajuk ‘UMKM Go Green for Sustainable Economy’ dan Bincang Buku ‘Pangan Lokal Alternatif di Sekarkijang’ di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Kamis, (27/6/2024) (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia)

Para peserta yang berasal dari pelaku UMKM dan perwakilan akademisi ini diberi pemahaman tentang perindustrian yang ramah lingkungan serta alternatif pangan non beras dan tepung. Selain untuk mendukung program go green, kegiatan ini juga sebagai sosialisasi alternatif pangan, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pangan lokal. 

Kegiatan Seminar dan Bincang Buku dibuka langsung oleh Kepala Bank Indonesia Jember, Gunawan. Dalam paparannya dia mengatakan, acara ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan Bank Indonesia pada UMKM melalui pengembangan UMKM Hijau yang dilatarbelakangi oleh fenomena perubahan iklim.

“Bank Indonesia terus berupaya untuk mendukung UMKM bertransformasi dalam menuju UMKM hijau untuk mendukung ekonomi berkelanjutan,” kata Gunawan.

Pengembangan UMKM Hijau ini dilaksanakan berdasarkan 3 pilar yaitu penerapan ramah lingkungan, rantai nilai usaha ekonomi sirkular dan inklusi keuangan hijau.

“Penerapan 3 pilar tersebut bertujuan untuk meningkatkan penerapan praktek ramah lingkungan dan zero waste, ekonomi sirkular, meningkatkan akses pembiayaan dan mewujudkan ekonomi yang efisien yang pada akhirnya dapat mencapai UMKM hijau,” terangnya.

KPwBI-Jember-Gunawan-a.jpg

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Banyuwangi, Dwi Yanto berharap kegiatan ini bisa terus berkelanjutan, tidak hanya sekedar ceremonial yang kemudian tidak berdampak pada masyarakat.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi telah melakukan hal nyata untuk menuju Banyuwangi Hijau. Salah satunya yakni keberadaan TPS Balak yang mengelola sampah berkelanjutan dengan bekerjasama Norwegia.

Sedangkan untuk pangan non beras dan tepung, Pemkab Banyuwangi juga terus mensosialisasikan kepada masyarakat. Salah satunya dengan menggelar Festival Pangan Non Beras (Fepanora).

“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini lahir sebuah inovasi baru go green dan alternatif pangan lokal non beras dan tepung bisa terwujud,” ungkap Dwi. 

Sebagai informasi, kegiatan yang juga dihadiri oleh perwakilan Bupati Jember, Situbondo, Lumajang dan Bondowoso serta Anggota Komisi XI DPR RI Zulfikar Arse Sadikin sebagai Keynote Speech ini, merupakan rangkaian kegiatan dari Sekarkijang Creative Fest (SCF) 2024 yang diinisiasi oleh BI Jember mulai tanggal 28 hingga 30 Juni 2024 mendatang di Banyuwangi. 

Adapun kegiatannya diantaranya, Showcase UMKM, Talkshow, Business Matching, Fashion Show dan perlombaan-perlombaan menarik serta akan ada penampilan spesial performance dari Virzha. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES