Peristiwa Daerah

Satpol PP Probolinggo Tutup Paksa Tiga Tempat Karaoke Liar di Dringu

Jumat, 28 Juni 2024 - 13:42 | 87.29k
Sejumlah tempat karaoke liar di Probolinggo di tutup sementara oleh Petugas Satpol PP. (Foto: Rizky Putra Dinasti/TIMES Indonesia).
Sejumlah tempat karaoke liar di Probolinggo di tutup sementara oleh Petugas Satpol PP. (Foto: Rizky Putra Dinasti/TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo menyegel tiga tempat karaoke yang tidak berizin pada Jumat (28/6/2024) pagi.

Dua dari tempat karaoke tersebut berlokasi di Desa Pabean, sementara satu lagi berada di Desa Dringu, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Operasi penyegelan ini dipimpin langsung Camat Dringu, Heri Mulyadi, bersama Kepala Desa setempat, yang mendatangi ketiga lokasi satu per satu.

Menariknya, dua dari tempat karaoke yang berada di Jalan Deandles, Desa Pabean, milik satu orang bernama Yulian Wibowo.

Dua lokasi tersebut terdiri dari empat kamar karaoke dan sebuah kafe yang juga menyediakan dua ruangan karaoke.

Di tempat-tempat yang ditutup, petugas menemukan fasilitas karaoke lengkap seperti kursi, meja, TV LED, serta alat karaoke.

Bahkan, di beberapa ruangan, ditemukan bekas botol alkohol, menambah kesan negatif pada tempat tersebut.

Tempat karaoke ketiga di Desa Dringu memiliki sekitar tujuh kamar. Namun, saat penyegelan dilakukan, pemiliknya tidak berada di lokasi. 

Petugas Satpol PP yang datang beberapa saat setelah penyegelan menemukan jika pemilik tidak muncul meski operasi sedang berlangsung. Hanya satu petugas yang mengaku keamanan saja.

 Ketiga lokasi tersebut disegel dan dipasang banner bertuliskan, "Tempat usaha ini ditutup sementara karena surat izin usaha tidak lengkap atau tidak ada."

Pemilik atau perwakilan dari mereka diminta segera melengkapi izin agar tempat usaha mereka dapat dibuka kembali.

Saat diwawancarai, Yulian Wibowo, pemilik dua tempat karaoke di Desa Pabean, mengaku telah mengantongi surat izin sejak empat tahun lalu. 

"Tapi karena ini ditutup, saya akan mengurus ke pihak terkait," ucapnya singkat.

Camat Dringu, Heri Mulyadi, menjelaskan, penutupan ini berdasarkan perintah Penjabat Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, untuk menjaga keamanan dan kondusifitas.

"Beberapa tempat usaha yang disegel memang sudah memiliki izin, tetapi izin tersebut hanya untuk kafe, bukan karaoke," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah (Kabid Gakka Perda) Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Sumarto, menegaskan, izin untuk usaha tempat minuman atau makanan tidak sama dengan izin karaoke.

"Banyak yang memanfaatkan izin kafe untuk membuka ruangan karaoke, dan itu tidak boleh," tegasnya.

Sumarto menekankan, Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan terus melakukan penindakan tegas terhadap pelanggaran serupa.

"Saat ini yang kami tutup ada tiga lokasi, dan jika ditemukan hal serupa, kami akan lakukan penutupan juga," tandasnya.

Operasi ini diharapkan dapat menjadi peringatan bagi pemilik usaha lainnya untuk mengikuti aturan dan menjaga kondusifitas di Kabupaten Probolinggo. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ryan Haryanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES