Peristiwa Daerah

Halaqoh Ponpes se-Jatim, Wapres Ma'ruf Amin: Pesantren Berkembang untuk Kemandirian Ekonomi

Jumat, 28 Juni 2024 - 15:12 | 15.15k
Sambutan Wakil Presiden Makruf Amin dalam kunjungan kerja di Ponpes Asy Syadzili, Kabupaten Malang Jumat, 28/6/2024. (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Sambutan Wakil Presiden Makruf Amin dalam kunjungan kerja di Ponpes Asy Syadzili, Kabupaten Malang Jumat, 28/6/2024. (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma’ruf Amin, melanjutkan rangkaian kunjungan ke Jawa Timur, dan menghadiri acara Halaqoh Perguruan Tinggi dan Pondok Pesantren se Jawa Timur, di Pondok Pesantren Salaf Al-Quran (PPSQ) Asy Syadzili 1, Desa Sumberpasir, Pakis, Kabupaten Malang, Jum'at (28/6/2024). 

Selain membuka kegiatan halaqoh, kehadiran Wapres RI Ma'ruf Amin ke Pesantren Salaf Al-Quran (PPSQ) Pakis ini, juga rencananya untuk peresmian secara simbolis Gedung Yayasan Pendidikan dan Sosial (YPS) Asy-Syadzili, Graha Manarul Qur’an (GMQ), Gedung SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo. 

"Pesantren dalam perkembangannya tidak hanya melahirkan para ahli agama, melainkan pula muammirin atau tokoh-tokoh yang bisa memakmurkan, melalui pemberdayaan ekonomi dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Wapres RI Ma'ruf Amin, dalam kesempatan wawancara dengan awak media, Jum'at (28/6/2024). 

Wakil-Presiden-2.jpg

Diungkapkan, pesantren awalnya merupakan tempat belajar para santri dan hafidz/hafidzah (penghafal Qur'an), seperti halnya di Pesantren Salaf Al Qur'an Asy Syadzili Pakis. Tetapi kini, pesantren di Malang juga sudah banyak mengembangkan lembaga pendidikan formal, seperti SMK atau bahkan perguruan tinggi. 

Terlebih, dengan dukungan program One Pesantren One Product (OPOP) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, SMK di bawah naungan pondok pesantren telah mampu melahirkan produk-produk hasil kompetensi keahliannya. 

Bahkan, lanjut Ma'ruf Amin, di beberapa pesantren sudah ada banyak BLK (Balai Latihan Kerja) dan lembaga SMK sampai perguruan tinggi, sehingga bisa membangun kemandirian melalui pengetahuan dan teknologi. 

"Jadi, kita anjurkan nanti pesantren (yang ada SMK-nya), tidak saja menghasilkan produk, melainkan pula bisa menjadi off taker, mengambil berbagai komoditi seperti hasil pertanian, untuk diolah dan dilakukan hilirisasi sampai bisa dijual ke luar negeri," terang Ma'ruf Amin. 

Wakil-Presiden-3.jpg

Terkait halaqoh pesantren se Jatim, menurut Wapres Ma'ruf Amin juga untuk menuju kemandirian pesantren. Dengan potensi yang dipunya, dengan SMK dan BLK, pesantren nantinya bahkan bisa membentuk korporasi. Hal ini menurutnya sudah ada seperti di Karanganyar dan Jombang, Jawa Timur. 

"Dengan korporasi beberapa pesantren, akan mampu menjadi kekuatan nasional untuk kemandirian ekonomi masyarakat. Apalagi di Jawa Timur ini potensi ekonominya tinggi, hasil pertanian, perkebunan, peternakan, surplus semua. Kita berharap bisa digerakkan dengan korporasi dari pesantren, kalau bisa disatukan," tandas Ma'ruf Amin. 

Dalam kesempatan sambutan tausiahnya di depan peserta halaqoh, Wapres KH Ma’ruf Amin juga menekankan, pentingnya umat Islam berjihad memperdalam ilmu agama. Seperti disebutkan dalam ajaran Al Qur'an, menurutnya perintah memperdalam agama ini sama dengan perintah berperang, jihad fii sabilillah. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES