Peristiwa Daerah

ARTJOG 2024: Kuasa Ramalan dalam Perayaan Seni Kontemporer

Jumat, 28 Juni 2024 - 19:18 | 17.67k
Prescon menjelang pembukaan pameran dari ki-ka: Titarubi, Agus Suwage, Heri Pemad, dan Hendro Wiyanto. (Foto: Eko Susanto/TIMES Indonesia)
Prescon menjelang pembukaan pameran dari ki-ka: Titarubi, Agus Suwage, Heri Pemad, dan Hendro Wiyanto. (Foto: Eko Susanto/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTAPameran seni rupa kontemporer terbesar dan termegah di Indonesia, ARTJOG 2024 dibuka mulai hari ini Jumat, 28/6/2024, di Jogja Nasional Museum Yogyakarta (JNM). Jika pada tahun 2023 ARTJOG mengusung tema Motif: Lamaran, pada tahun ini ARTJOG 2024 mengusung tema Motif: Ramalan.

ARTJOG yang disebut juga sebagai Lebaran Seni bagi pecinta seni, akan berlangsung selama satu bulan lebih hingga 1 September 2024 di Jogja Nasional Museum. Para seniman yang terdiri dari 48 seniman dewasa individu maupun kelompok, dari dalam dan luar negeri, yang telah lolos kurasi menampilkan karya seni rupa dwi matra dan trimatra, seperti karya lukis, karya campuran atau mixmedia, juga patung, dan instalasi, yang menggunakan berbagai material sebagai bahan karya.

Heri Pemad, pendiri sekaligus Direktur Artistik ARTJOG2024 mengatakan, tema Motif: Ramalan sendiri mengacu pada sejarah kebudayaan Indonesia yang sarat dengan berbagai bentuk ramalan seperti jangka, ilmu titen, syair, kidung, piwulang, dan lain-lain.

Sehingga pada ARTJOG 2024 ini, karya karya yang disajikan oleh para seniman merupakan hasil olah imajinasi di antara pengetahuan sejarah masa lalu dan 'ramalan' atas masa depan yang penuh dengan kemungkinan.

“Jadi, tema Motif: Ramalan, ini bukan hanya sekadar permainan kata,” ujar Heri Pemad.

Instalasi-tumbuhan-Padi-karya-Titarubi.jpgInstalasi tumbuhan Padi karya Titarubi. (Foto: Eko Susanto/TIMES Indonesia)

“Ini sesuatu yang mungkin aktual. Karena kalo ramalan kok kesannya pesertanya dukun semua, tukang ramal semua. Bukan itu maksud kami. Tema Motif: Ramalan berkaitan dengan harapan di tahun 2024 dan masa yang akan datang,” ujarnya.

Tema Motif: Ramalan ini dirancang oleh tim kurator ARTJOG dan kurator tamu Hendro Wiyanto, untuk mengajak seniman menelusuri sejarah masa lalu dan kemungkinan peristiwa masa depan. Jadi, karya karya yang disajikan pada ARTJOG2024 kali ini merupakan hasil representasi para seniman terhadap tema yang diusung, Motif: Ramalan.

Tema ramalan sendiri mencakup pengertian yang cukup luas. Ramalan merupakan pola imajiner yang menghubungkan persilangan antara waktu lampau, hari ini, dan esok. Sebagai motif imajiner, pemaknaan atas suatu peristiwa tidak sepenuhnya ditentukan oleh sesuatu yang mendahuluinya, layaknya sebuah hipotesis di dalam bidang keilmuan. Bagi seniman, ramalan adalah imajinasi dan daya prediksi yang menggerakkan kreativitas dalam proses mencipta. Gagasan tema ramalan ini juga tidak hanya bermaksud untuk memastikan nujum atau ramalan para peramal di masa lalu, akan tetapi, tema ini menawarkan kesempatan bagi kita untuk membayangkan kembali gambaran peristiwa dan harapan menuju hari esok.

“Ramalan itu sebetulnya sesuatu yang kita bayangkan akan terjadi di masa depan; baik yang jauh atau pun yang terdekat. Peristiwa yang kita bayangkan itu, sebetulnya sudah kita alami hari hari ini. Jadi apakah, masih boleh disebut ramalan karena sudah sangat dekat dan sebagian sudah kita rasakan,” ujar Hendro Wiyanto.

Untuk merespon dan menerjemahkan tema Motif: Ramalan, secara khusus ARTJOG mengundang seniman Agus Suwage dan Titarubi sebagai seniman komisi yang karyanya ditampilkan pada fasad ARTJOG 2024 di Jogja Nasional Museum.

Agus Suwage memacak karyanya pada fasad berjudul “Suara Keheningan (2024)”. Untuk merespon tema tersebut, Agus Suwage menghadirkan sebuah gagasan yang saling berkaitan melalui karya instalasi interaktif dengan berbagai dimensi dan media. Karya ini ditampilkan di depan gedung pamer, di dalam bangunan khusus yang di dalamnya terdapat area lobi dan lorong dengan beberapa bilik ruangan.

Karya yang disajikan Agus Suwage memberikan pesan permenungan. Ia menampilkan objek-objek telinga manusia sebagai simbol indera pendengaran yang sangat “toleran” di ruang sosial kita yang penuh kebisingan. Di sisi lain, hanya melalui indera pendengaran kita dapat menguji pengalaman ketubuhan dan mengalami keheningan.

pameran.jpg

Di ruang yang sama, Titarubi menumbuhkan berbagai jenis padi yang diiringi rekaman doa, pepatah, dan pujian dari kelompok masyarakat adat yang dapat didengarkan di beberapa ruangan, termasuk yang ada di dalam karya Agus Suwage. Karya ini setidaknya mewakili cara manusia memahami sebuah ramalan, sebagaimana doa merupakan harapan terhadap situasi yang diinginkan di masa mendatang. Selain itu, karya ini juga menandai kerja kolaborasi mereka yang terakhir kali dilakukan di Singapore Biennale di Singapura pada tahun 2007.

ARTJOG 2024 kali ini menampilkan karya-karya 48 seniman dewasa individu maupun kelompok dari dalam dan luar negeri, yang terdiri dari 30 seniman undangan, dan 18 seniman panggilan terbuka, serta 36 seniman anak dan remaja yang lolos seleksi.

Sebagai upaya untuk mendorong dan memperluas kesadaran mengenai kesetaraan yang sudah dimulai 2 tahun lalu, ARTJOG 2024 meluncurkan program baru bersama Pusat Layanan Disabilitas (PLD) bertajuk Love ARTJOG. Semangat ini tidak hanya terbatas pada akses pelayanan dan fasilitas semata, namun juga secara aktif melibatkan kawan-kawan difabel dalam beberapa program, seperti pameran, tur pameran, dan pertunjukan.

Untuk mengisi program performa, ARTJOG bekerjasama dengan Bakti Budaya Djarum Foundation mengundang penari Rianto dan musisi Risky Summerbee & The Honeythief beserta 57 seniman penampil lainnya untuk mempresentasikan gagasan dan ide kekaryaan selama ARTJOG berlangsung sejak tanggal 28 Juni hingga 1 September 2024 di Jogja Nasioanal Museum.

Selama penyelenggaraan, ARTJOG 2024 - Motif: Ramalan, akan menghadirkan program-program pendukung, yaitu Young Artist Award, ARTJOG Kids, performa ARTJOG, Exhibition Tour, Meet the Artist, Artcare, dan Jogja Art Weeks. Program Merchandise Project tahun ini menawarkan kolaborasi baru bersama ONXIDEA Studio, KICKYOURBUTT Project, Blasu Studio, dan Sweda.co. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES