Peristiwa Daerah

Meriahnya Peragaan Busana Batik Khas Gresik, Pejabat Pemkab Jadi Peraga Busana

Jumat, 28 Juni 2024 - 22:46 | 17.34k
Perwakilan pejabat Pemkab Gresik dan perwakilan perusahaan ikut serta dalam fashion show di Bandar Grisse (Foto: Akmal/TIMES Indonesia).
Perwakilan pejabat Pemkab Gresik dan perwakilan perusahaan ikut serta dalam fashion show di Bandar Grisse (Foto: Akmal/TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, GRESIK – Upaya mengenalkan batik khas Gresik, pejabat di lingkungan pemerintah daerah memperagakan busana batik di kawasan Bandar Grisse, Jumat (28/6/2024) malam.

Peragaan busana batik khas Gresik ini digelar menyemarakan even Dekranasda Fest 2024 yang digelar Dewan Kerajinan Nasional daerah (Dekranasda) bersama Diskoperindagkop Gresik dan PT Smelting. 

Sejumlah batik rancangan perajin Kabupaten Gresik ini mendapat sambutan masyarakat.

Ketua Dekranasda Gresik, Nurul Haromaini Fandi Akhmad Yani mengatakan, Batik Fashion Street Kabupaten Gresik merupakan sebuah pagelaran busana yang menampilkan beragam batik khas Gresik.

"Tentunya dalam setiap kreasi ini memiliki makna dan filosofi yang sangat mendalam dari motif batik yang dikenakan", ujarnya.

Dikatakan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkenalkan batik Gresik. 

"Bukan hanya di kalangan orang tua saja, namun bagaimana nantinya batik Gresik dapat dicintai oleh milenial dan Gen Z", tuturnya.

Dikatakan, selama ini batik identik sebagai busana yang hanya dipakai oleh orang tua, busana yang dipakai oleh para pegawai ataupun busana yang dipakai untuk kondangan.

"Maka pada kesempatan ini kami akan memperkenalkan busana batik kepada kaum milenial supaya para Gen Z di Kota Gresik lebih menyukai busana batik”, tambah Nurul Haromaini yang juga istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini.

Kadis koperindag Pemkab Gresik Darmawan pun menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bukti keseriusan Pemkab Gresik dalam memajukan kerajinan batik.

Dijelaskan, keberadaan batik ini juga telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage).

“Kita tahu bahwa di Kabupaten Gresik banyak sekali sentra batik yang saat ini dikembangkan, sehingga ini patut kita dorong dan dukung sehingga batik khas dari Kabupaten Gresik akan semakin dikenal di tingkat provinsi maupun nasional”, tutur Darmawan.

Di tempat yang sama, Manager General Affairs PT Smelting, Indra SW Junor mengapresiasi penyelenggaraan Dekranasda Fest. 

Dirinya yang didapuk menampilkan batik Gresik motif Nogo Giri mengaku senang sekaligus deg-deg an saat berjalan di panggung dadakan jalanan Bandar Grisse. 

"Pengunjung sangat antusias, apalagi kegiatan ini dilaksanakan di Bandar Grisse yang dipadati anak-anak muda sehingga mereka ikut tertarik dengan busana batik", terang Indra yang juga ikut memperagakan batik Gresik di Bandar Grisse. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES