Peristiwa Daerah

Pencurian Kain Kafan Gemparkan Banyuwangi, Diduga untuk Ritual Ilmu Hitam

Sabtu, 29 Juni 2024 - 14:28 | 60.03k
Makam Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, dibongkar orang tak dikenal, diduga untuk ritual ilmu hitam. (Foto: Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)
Makam Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, dibongkar orang tak dikenal, diduga untuk ritual ilmu hitam. (Foto: Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Aksi pencurian kain kafan atau kain mori gemparkan warga Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (29/6/2024). Diduga perbuatan tersebut dilakukan oknum tertentu guna mendalami ajaran ilmu hitam.

Pencurian kain kafan ini kali pertama terkuak ketika saat Juru Kunci makam Dusun Krajan, Desa Plampangrejo, Suyono, hendak memupuk tanaman pepaya diarea kuburan. Ketika melintasi makam Eka Duwi F, yang meninggal pada Minggu, 23 Juni 2024, tiba-tiba tercium bau busuk menyengat.

Curiga ada yang janggal, dia langsung mendekati kuburan wanita asal Dusun Krajan, Desa Plampangrejo, tersebut.

"Ternyata kuburannya dibongkar. Mayatnya sampai kelihatan," kata Suyono.

Kaget bercampur panik, Juru Kunci makam ini langsung melapor kepada perangkat Desa Plampangrejo. Dan sekejap, kabar makam dibongkar orang tak dikenal tersebut menyebar luas. Masyatakat pun gempar.

Bagaimana tidak gempar. Usai dibongkar orang tak dikenal, kondisi makam sangat memprihatinkan. Batu nisan berserakan tak beraturan. Tanah bekas galian berhamburan. Dan lubang makam terlihat menganga. Jasad mayat pun bisa dilihat dengan mudah dari atas makam. Sungguh memprihatinkan.

Penasaran, satu persatu warga pun berdatangan untuk memastikan kabar dan melihat dari dekat kondisi makam yang dibongkar.

"Ketika kita periksa, kondisi jasad mayat dalam kondisi utuh. Namun ada sebagian kain kafan atau kain mori yang digunting,. Sekitar 20 sentimeter persegi," beber Suyono.

"Dugaan kami, pembongkaran makam untuk mencuri kain kafan ini dilakukan oleh penganut ilmu hitam," imbuhnya.

Belum diketahui pasti kapan aksi pencurian kain kafan ini terjadi. Dugaan sementara pembongkaran dilakukan pada 9 Jumat malam (28/6/2024) atau Sabtu dini hari (29/6/2024).

Aksi para pelaku sama sekali tidak terendus warga karena lokasi makam Dusun Krajan, Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, ini terpaut sekitar 500 meter dari pemukiman. Warga pun tidak menemukan tanda-tanda tertentu pada malam harinya.

"Saat ini makam sudah dikembalikan seperti semula," cetus Suyono.

Pihak keluarga mendiang, lanjutnya, menerima dengan ikhlas kejadian ini. Terlebih meski telah dibongkar, jasad korban masih utuh. Yang diduga dicuri hanya sebagian dari kain kafan atau kain mori saja.

Kasus pencurian kain kafan ini sedang dalam penyelidikan petugas Polsek Cluring, Polresta Banyuwangi. Walau makam sudah kembali utuh, namun kegemparan dan kengerian masih dirasakan oleh warga Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES