Peristiwa Daerah

Festival Kuntulan dan Tari Cilik Cara Polresta Nguri-nguri Budaya Banyuwangi

Sabtu, 29 Juni 2024 - 17:21 | 15.05k
Penari Kuntulan yang terpilih dan unjuk kebolehan dalam Festival Kuntulan dan Penari Cilik. (Foto: Polresta Banyuwangi For TIMES Indonesia)
Penari Kuntulan yang terpilih dan unjuk kebolehan dalam Festival Kuntulan dan Penari Cilik. (Foto: Polresta Banyuwangi For TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Budaya merupakan identitas serta jati diri sebuah negara, demi melestarikan dan menumbuhkembangan kecintaan budaya kepada masyarakat. Polresta Banyuwangi dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-78, adakan Festival Kuntulan dan Tari Cilik. 

Tak hanya berfokus pada keamanan dan ketertiban, Festival dengan tajuk ‘Resta Banyuwangi, Peduli Adat, Tradisi Budaya, dan Nilai-nilai Kearifan Lokal’ diharapkan mampu menjaga warisan nenek moyang, mengingat juga Indonesia yang merupakan negara multi etnis dengan beragam culture. Hal tersebut mendasari Polresta Banyuwangi dalam mengagendakan giat kesenian.

Festival ini merupakan yang pertama kali diadakan oleh Polresta Banyuwangi, sebagai bentuk upaya nguri-uri budaya khas Banyuwangi, khususnya Kuntulan. Kesenian Kuntulan merupakan warisan budaya asli suku Osing, memadukan tarian dan musik hadrah dengan nuansa Islami dan rohani.

Dari puluhan peserta yang mendaftar, tiga kelompok hadrah telah terpilih setelah melalui seleksi video online. Tentu saja ketiga kelompok dinilai paling atraktif dari segi tata tarian dan permainan musik yang kompak.

Penari-Kuntulan-a.jpgPemusik gamelan osing yang memeriahkan festival kuntulan yang digeber oleh Polresta Banyuwangi. (Foto: Polresta Banyuwangi For TIMES Indonesia)

Festival yang digelar di halaman Mapolresta Banyuwangi pada, Sabtu (29/6/2024) itu, menampilkan musik Kuntulan yang dikolaborasikan dengan gamelan khas Osing sehingga menambah keunikan dan daya tarik pertunjukan. 

Nampak, Ketiga kelompok kesenian tersebut menerima penghargaan masing-masing untuk kategori koreografi terbaik, penata musik terbaik, dan penyaji terbaik.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Nanang Haryono, S.H., S,I.K., M. Si menyampaikan apresiasi dan ke kagumanya atas penampilan yang memukau dari pemusik dan penari cilik. Alhasil ketiganya layak mendapat reward.

Penari-Kuntulan-b.jpg

"Ketiganya mampu menyuguhkan penampilan terbaik, sehingga mendapatkan penghargaan dari Polresta Banyuwangi." ucap Kombes Pol. Nanang.

Kombes Pol. Nanang berharap, Festival Kuntulan ini dapat salah satu upaya dalam melestarikan budaya asli Banyuwangi sehingga seni warisan leluhur tetap terjaga di Bumi Blambangan. 

“Semoga budaya Banyuwangi tetap lestari sehingga seni warisan leluhur tetap terjaga di Bumi Blambangan,” harapnya.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES