Peristiwa Daerah

Lestarikan Lingkungan, Warga Kota Tasikmalaya Sulap Botol Plastik Jadi Media Tabulapot

Selasa, 02 Juli 2024 - 07:00 | 11.43k
Aas Solihat, anggota Karang Taruna RW 01 Cintarasa memperlihatkan pot dari limbah botol plastik air, Senin (1/7/2024) malam (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
Aas Solihat, anggota Karang Taruna RW 01 Cintarasa memperlihatkan pot dari limbah botol plastik air, Senin (1/7/2024) malam (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, TASIKMALAYA – Sejumlah pengurus Karang Taruna Unit dan pengurus lingkungan RW 01 Cintarasa, Kahuripan, Tawang, Kota Tasikmalaya telah berhasil memanfaatkan limbah botol kemasan air mineral menjadi media untuk budidaya tanaman di dalam pot (Tabulapot).

Inisiatif ini lahir dari keprihatinan terhadap peningkatan limbah plastik di Kota Tasikmalaya

Ketua Karang Taruna Unit RW. 01 Cintarasa, Feri Ferdiana, menyampaikan bahwa ratusan botol kemasan air mineral telah dikumpulkan dari limbah sampah warga oleh anggotanya. 

"Kita manfaatkan botol limbah ini yang dikumpulkan oleh para pemuda pemudi dari warga yang dikelola oleh Kang Aas Solihat, anggota Karang Taruna kami sekaligus petugas pengangkut sampah di lingkungan," ungkap Feri kepada TIMES Indonesia, Senin (1/7/2024) malam.

Feri menambahkan, aksi pelestarian lingkungan ini tidak hanya melibatkan para RT/RW di lingkungan tersebut, tetapi juga mengajak ibu-ibu kader Posyandu dan pengurus Tim Penggerak PKK untuk turut berpartisipasi.

"Yang bergerak dalam pelestarian lingkungan ini kami juga melibatkan ibu-ibu kader Posyandu dan PKK," terangnya.

Sementara itu Ketua Posyandu Wijaya Kusumah, Evi Soviani, sangat mengapresiasi gagasan yang diinisiasi oleh para pengurus Karang Taruna.

Ia berharap kegiatan ini mendapatkan dukungan dari seluruh warga, dengan melibatkan warga untuk dapat menanam berbagai jenis sayuran (urban farming) sehingga pemanfaatan lahan sempit dapat menghasilkan. 

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan

limbah-botol-plastik-2.jpgTatang dan Deden Kusdiana Ketua RT dilingkungan RW. 01 Cintarasa saat membuat pot yang berasal dari limbah botol plastk air, Senin (1/7/2024) malam (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Evi menambahkan, dengan berkembangnya usaha pengolahan intensifikasi lahan pertanian dan pengembangan pemanfaatan botol kemasan plastik untuk budidaya pertanian di perkotaan, dapat membuka peluang usaha baru dalam pemasaran. 

"Sejalan dengan meningkatnya jumlah produksi dan variasi produk, akan memungkinkan bagi masyarakat untuk menjual produknya di luar lingkungan atau dalam pasar yang lebih luas, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan penghasilan keluarga," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan harapannya bahwa setiap kepala keluarga yang berjumlah 316 KK di wilayah tersebut dapat turut serta mendukung kegiatan ini. 

"Apabila setiap kepala keluarga yang berjumlah 316 KK turut serta mendukung giat ini, kita yakin dapat menambah penghasilan keluarga, ya minimalnya tidak usah membeli cabe atau sayuran untuk konsumsi keluarga," harapnya.

Pemanfaatan limbah botol plastik ini tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang mencemari lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui kegiatan urban farming. 

Ratusan botol plastik yang digunakan sebagai polibag menurutnya dapat digunakan untuk menanam berbagai jenis sayuran, seperti cabe, tomat, dan berbagai sayuran lainnya. Selain mengurangi limbah, inisiatif ini juga mendukung ketahanan pangan lokal dan membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.

Inisiatif pemanfaatan limbah plastik ini juga menurutnya sesuai dengan tren global dalam upaya mengurangi sampah plastik dan mendukung keberlanjutan lingkungan. 

Dengan adanya gagasan program seperti ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bernilai semakin meningkat.

"Ya, Kota Tasikmalaya sendiri dikenal dengan berbagai upaya pelestarian lingkungannya. Kita semua berharap melalui dukungan dan partisipasi aktif warga,"ujar Evi.

"Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengatasi masalah limbah plastik dan mendukung kegiatan urban farming," pungkas perempuan yang juga aktif sebagai relawan program pemberian makanan tambahan bagi masyarakat lansia Kota Tasikmalaya(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES