Peristiwa Daerah

Mantan TKI, Merintis Usaha Susu Kambing Perah dari Nol hingga Sukses

Selasa, 02 Juli 2024 - 20:10 | 12.70k
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas ketika mengunjungi peternakan kambing Jarot Setiawan.  (Foto: Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas ketika mengunjungi peternakan kambing Jarot Setiawan. (Foto: Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Dua kali mengadu nasib di negeri orang sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Jarot Setiawan kini menjelma menjadi pengusaha sukses di kampung halamannya di Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa, (2/7/2024).

Ya. Di atas bekas lahan kebun jeruk, Jarot membangun usaha peternakan kambing perah jenis Sapera yang menghasilkan ratusan liter susu per hari, mengantarkannya menjadi salah satu pemasok susu kambing ternama di Jawa Tengah.

Kisah inspiratif Jarot bermula dari kepulangannya ke Banyuwangi setelah bekerja di Taiwan selama dua periode, yaitu dari tahun 1999 hingga 2002 dan kembali lagi dari tahun 2006 sampai 2009. Awalnya, ia mencoba peruntungan dengan bertani jeruk bersama keluarga. Namun, takdir membawanya ke jalan lain.

Pada tahun 2016, Jarot mantap beralih ke usaha peternakan kambing perah. Di atas lahan bekas kebun jeruk ia membangun peternakan yang tertata rapi dan bersih. Tak tanggung-tanggung, kali ini  ia memelihara sekitar 200 ekor kambing perah jenis Sapera, yang terkenal dengan kualitas susunya yang istimewa.

Bahkan, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas memberikan mengapresiasi jarot saat mengunjungi peternakan kambing mantan TKI tersebut di sela kegiatan Bupati Ngantor Desa (Bunga Desa) di Seneporejo, Kecamatan Siliragung.

Bupati-Banyuwangi-2.jpgBupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas ketika ikut memeras susu kambing langsung di peternakan kambing Jarot Setiawan. (Foto: Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)

"Susunya enak, tidak bau prengus. Jadi selama ini kesan susu kambing itu bau, tidak benar. Bentuknya lebih kental dari susu sapi. Dan yang terpenting, harganya lebih mahal dari susu sapi," kata Ipuk. 

Menurutnya, saat ini mulai ada tren banyak masyarakat yang beralih dari susu sapi ke susu kambing. Karena, ada sebuah penelitian menyebut kandungan gizi susu kambing yang lebih banyak daripada susu sapi. 

"Susu kambing saat ini banyak diminati masyarakat, sehingga beternak kambing perah bisa menjadi pilihan," ungkapnya.

Orang nomor satu di Bumi Blambangan ini mengatakan, Jarot merupakan salah satu contoh dari banyaknya peternak di Banyuwangi bahwa sektor peternakan memiliki prospek untuk dikembangkan. 

"Kisah sukses Mas Jarot dalam mengembangkan usaha susu kambing perah ini bisa menjadi inspirasi anak-anak muda Banyuwangi. Merintis usaha dari nol, hingga kini menjadi salah satu pemasok susu kambing," terangnya.

Dikisahkan Jarot, sebelum menekuni ternak susu kambing perah, ia sempat menjadi TKI di Taiwan menjadi tukang las dan menjadi petani jeruk dengan keluarga saat pulang ke kampung halaman. 

Namun, pada tahun 2016 Jarot mantap dan yakin untuk beternak susu kambing perah. Saat ini, pihaknya  memiliki sekitar 200 ekor kambing perah produktif jenis Sapera. Dengan rata-rata produksi susu kambing mencapai 700-1000 liter per minggu. 

"Satu kambing rata-rata bisa menghasilkan 1 sampai 2 liter susu tiap hari. Total rata-rata tiap hari bisa dapat 100-150 liter, tergantung produktivitas kambingnya," kata Jarot.

Jarot menambahkan susu kambing yang dihasilkan setiap minggunya dikirim ke supplier pabrik susu bubuk di Yogyakarta dan Semarang. Untuk susu kambing per liternya dihargai Rp 16.000.

"Kita jual ke supllier dalam bentuk beku. Setiap minggunya bisa ambil 700 hingga 1.000 liter susu kambing," imbuhnya. 

Kisah Jarot adalah bukti nyata bahwa semangat pantang menyerah dan kegigihan dalam berusaha dapat mengantarkan seseorang pada kesuksesan. Di balik kesuksesannya, ia tak lupa untuk berbagi inspirasi dan motivasi bagi orang lain, khususnya bagi generasi muda di Banyuwangi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES