Peristiwa Daerah

Dorong Daya Saing di Era Digital, Perajin Kain Endek Klungkung Diminta Beralih ke Produk Hijau

Selasa, 02 Juli 2024 - 20:45 | 11.91k
Perajin kain endek di Kabupaten Klungkung didorong beralih ke green produk untuk tingkatkan daya saing di Bali. (Foto: Dok Universitas Warmadewa for TIMES Indonesia)
Perajin kain endek di Kabupaten Klungkung didorong beralih ke green produk untuk tingkatkan daya saing di Bali. (Foto: Dok Universitas Warmadewa for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, KLUNGKUNG – Dalam rangka meningkatkan daya saing perajin kain endek di Kabupaten Klungkung, Akademisi Universitas Warmadewa, Dr. Made Setini, S.Kom., M.M beri tips yang mudah.

"Ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan daya saingnya, para perajin kain endek yaitu dengan mendorong untuk mengembangkan green product atau produk hijau atau ramah lingkungan," paparnya, Selasa (2/7/2024).

Kegiatan kali ini mengambil tema Pengembangan Kelompok Inovasi Kain Endek dalam Mendorong Digitalisasi UMKM di Kabupaten Klungkung yang diselenggarakan oleh Universitas warmadewa bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor di Klungkung pada Selasa (2/7/2024).

Menurutnya, dengan mengembangkan produk hijau, para perajin kain endek dapat menarik minat konsumen yang semakin sadar akan kelestarian lingkungan.

"Konsumen zaman sekarang semakin peduli dengan lingkungan, dan mereka lebih memilih produk yang ramah lingkungan," kata Setini dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut.

Ia menambahkan bahwa pengembangan produk hijau juga dapat meningkatkan nilai tambah bagi produk kain endek.

"Produk hijau memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk biasa," jelasnya.

Salah satu cara untuk mengembangkan produk hijau adalah dengan menggunakan pewarna alami yang berasal dari tumbuhan.

"Pewarna alami ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menghasilkan warna yang lebih indah dan tahan lama, " paparnya.

Sentini juga menyarankan para perajin kain endek untuk menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan, seperti sutra dan katun organik.

"Bahan baku yang ramah lingkungan ini akan membuat produk kain endek lebih berkualitas dan lebih diminati oleh konsumen," tuturnya.

Dr. I Nengah Muliarta, SSi,MSi, yang juga merupakan akademisi Universitas Warmadewa menyampaikan green product bukan sebatas menggunakan bahan-bahan dari alam, namun yang lebih penting industri atau usaha yang dikelola mampu memanfaatkan atau mengolah limbahnya.

Pengolahan limbah oleh industri akan menghasilkan produksi bersih sehingga mengurangi eksploitasi terhadap sumber daya alam.

“Pengelolaan limbah menjadi kewajiban bagi industri, sebagai bagian dari pengelolaan limbah berbasis sumber, sesuai dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali. Pengelolaan limbah oleh industry juga menjadi upaya dalam mengimplementasikan konsep zero waste” tegas Muliarta.

Apabila industry mampu mengimplementasikan green product, maka akan memberikan nilai tambah pada produk yang dihasilkan. Harga produk yang dihasilkan juga akan ditawar lebih tinggi karena memiliki nilai tambah dibandingkan produk sejenis lainnya.

Sedangan akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. I Putu Santikayasa, MSC, menjelaskan tantangan dalam dunia industry, khususnya fasion, saat ini adalah mampu berkontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca yang menjadi pemicu pemanasan global. Apalagi industry fashion berkontribusi terhadap emisi karbon global mencapai 8%.

“Secara tidak sadar kita bertanggung jawab terhadap dari apa yg terjadi, makanya saatnya menggunakan bahan alam untuk mengurangi emisi. Belum lagi untuk membuat satu potong pakaian membutuhkan 2.700 l. Jadi sangat jelas fashion memberikan dampak pada lingkungan” papar Santikayasa.

Sementara Ketua Kelompok Pengerajin Kain Endek Tini Shop, Tini Purwanti berkomitmen untuk mengembangkan green product. Namun ia berharap adanya pendampingan, khususnya dalam pemasaran green product hingga ke konsumen.

“Kami berkomitmen untuk menggunakan bahan-bahan lokal dan melakukan pengelolaan limbah, namun kami sangat berharap bisa dibantu pemasaran produk dari perajin kain endek hingga ke konsumen bisa lebih optimal” ungkap Tini Purwanti. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES