Peristiwa Daerah

Mensos Tri Rismaharini Kunjungi Tasikmalaya, Berikan Bantuan Modal Usaha bagi Penerima PKH

Rabu, 03 Juli 2024 - 22:51 | 15.55k
Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini saat memberikan sambutan dihadapan para KPM di Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (3/7/2024). (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini saat memberikan sambutan dihadapan para KPM di Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (3/7/2024). (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, TASIKMALAYA – Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini, yang akrab disapa Risma, melakukan kunjungan kerja ke Bale Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Rabu (3/7/2024).

Dalam kunjungannya, Risma menjumpai langsung anggota kelompok penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memberikan bantuan modal usaha dan 50 gerobak warung. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama dengan salah satu perusahaan mi instan di Halaman Bale Kota Tasikmalaya.

Dalam sambutannya Risma memberikan motivasi kepada para Kelompok Penerima Manfaat (KPM) untuk lebih bersemangat dalam usaha meningkatkan kesejahteraan  keluarga dan menegaskan pentingnya memanfaatkan kesempatan dari program pemerintah ini untuk mengubah nasib. 

Tri-Rismaharini-2.jpgMenteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini saat memberikan keterangan kepada awak media di Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (3/7/2024). (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

"Tuhan tidak akan memberikan kesempatan dua kali. Mari kita ubah takdir kita," ungkapnya di hadapan para penerima bantuan PKH, Rabu (3/7/2024).

"Seluruhnya tergantung kepada kerja keras selama ini untuk mengubah takdir seseorang menjadi lebih baik," tambah Risma. Dia menekankan bahwa semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil jika mau bekerja keras.

Pada kesempatan tersebut, Risma memaparkan capaian Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) yang dijalankan oleh Kementerian Sosial. 

Tri-Rismaharini-3.jpg

Menurutnya sejak Januari hingga Juni 2024, program ini telah berhasil menggraduasi 18.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari bantuan sosial (Bansos). Angka ini melebihi capaian graduasi sepanjang tahun 2023 yang hanya 10.073 KPM.

Risma menjelaskan bahwa graduasi baru bisa dilakukan jika pendapatan KPM PENA per bulannya sudah di atas Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMR).

"Kita akan pantau dulu usahanya selama tiga bulan, jika selama tiga bulan penghasilannya stabil, baru kita keluarkan dari KPM," jelasnya.

Program PENA dijalankan Kemensos untuk memberdayakan masyarakat yang memiliki penghasilan rendah atau berada di bawah garis kemiskinan. 

Melalui program ini, KPM mendapat bantuan modal untuk pembelian barang dan bahan baku, serta bantuan dalam pengemasan produk, pemasaran, dan pengelolaan keuangan.

Hendrik Triadi, salah satu pendamping PKH Kelurahan Karsamenak, Kawalu, Kota Tasikmalaya, membenarkan adanya graduasi dari penerima bansos di wilayah binaannya. 

"Ya, memang di wilayah Karsamenak ada yang sudah graduasi. Alhamdulillah, dia itu pedagang goreng-gorengan dan usahanya mulai maju dan mandiri," ungkap Hendrik.

Dalam kunjungan Mentri Sosial ini Hendrik berharap dapat memberikan semangat baru bagi para penerima PKH di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. 

"Ya semoga menjadi penyemangat bagi para KPM dan dengan adanya bantuan modal usaha dan gerobak warung, diharapkan para KPM bisa lebih mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga," kata Hendrik. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES