Peristiwa Daerah

Mensos Tri Rismaharini Sapa Penulis Disabilitas Inspiratif di Tasikmalaya

Rabu, 03 Juli 2024 - 23:09 | 14.92k
Mensos Tri Rismaharini (kiri berbatik) saat menyapa Desida Rohmatul Fadilah penyandang cerebral palsy di Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (3/7/2024). (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
Mensos Tri Rismaharini (kiri berbatik) saat menyapa Desida Rohmatul Fadilah penyandang cerebral palsy di Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (3/7/2024). (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, TASIKMALAYA – Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini, melakukan kunjungan kerja ke Kota Tasikmalaya dalam rangka pemberian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Dalam kunjungannya kali ini, Risma secara khusus menyapa seorang disabilitas inspiratif bernama Desida Rohmatul Fadilah, yang telah berhasil meluncurkan dua buku meski menulis dengan menggunakan kaki.

Desida Rohmatul Fadilah (18) lahir dengan cerebral palsy, sebuah kondisi yang memengaruhi otot dan sarafnya sehingga mengakibatkan kesulitan dalam menggerakkan tubuh. Meskipun menghadapi tantangan besar dalam hidupnya, Desida memiliki semangat yang luar biasa untuk menulis dan bercita-cita menjadi seorang penulis andal.

Saat bertemu dengan Desida warga Gunung Kondang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Risma tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. Dengan penuh rasa hormat dan kehangatan, Risma menyaksikan langsung bagaimana Desida menulis menggunakan kakinya di sebuah laptop. Keahlian dan semangat yang ditunjukkan Desida membuat Risma terkesima.

"Kamu hebat ya. Kamu penari juga, penulis juga? Wah, kamu saingan saya ya," canda Risma kepada Desida, disertai tawa yang hangat, Rabu (3/7/2024).

Desida-Rohmatul-Fadilah.jpgDesida Rohmatul Fadilah penyandang cerebral palsy memperlihatkan kemahirannya menulis dengan kakinya pada sebuah laptop di Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (3/7/2024). (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Risma juga meminta kepada semua pegawainya dan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk memberikan segala kebutuhan yang diperlukan Desida, terutama kebutuhan saat sesi terapi dan kegiatan lainnya.

Risma juga menekankan pentingnya memberikan dukungan penuh kepada penyandang disabilitas agar mereka dapat berkembang dan berkontribusi secara maksimal dalam masyarakat. Melalui Program Keluarga Harapan (PKH), pemerintah harus terus berupaya membantu keluarga-keluarga yang membutuhkan, termasuk mereka yang memiliki anggota keluarga dengan disabilitas.

"Desida adalah contoh nyata bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk meraih mimpi. Kita harus terus mendukung dan memberikan mereka kesempatan yang sama," ujar Risma dengan penuh semangat.

Saat ditemui TIMES Indonesia Desida mengungkapkan kegembiraannya bisa bertemu dengan Menteri Sosial, ia mengungkapkan kekagumannya atas kebaikan Risma  telah menyapa dirinya.

"Seneng banget, Bu mentri baik sekali kasih pengarahan buat Dede supaya terus berkarya, lalu diusahakan bisa mandiri, Dede ingin berkelana jauh.. lalu buku Dede bisa masuk Gramedia. Alhamdulilah katanya bu menteri mau mengusahakannya," harap Desida.

Desida didampingi Lilis pendampingnya dari Dinas Sosial Kota Tasikmalaya menambahkan bahwa dirinya memiliki harapan besar agar bukunya bisa diterbitkan Gramedia yang sudah menjadi satu impiannya beberapa tahun yang lalu, sehingga dapat membantu ekonomi keluarganya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES