Peristiwa Daerah

ASN dan P3K Guru di Banyuwangi Diyakini Bakal Bebas Jeratan Pinjol

Kamis, 04 Juli 2024 - 16:29 | 16.77k
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas foto bersama dengan ASN, P3K, dan guru-guru di Aula Korwilkersatdik Rogojampi dalam program edukasi literasi keuangan: (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas foto bersama dengan ASN, P3K, dan guru-guru di Aula Korwilkersatdik Rogojampi dalam program edukasi literasi keuangan: (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Guru di Banyuwangi diyakini bakal bebas jeratan pinjol. Alasannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi telah memberikan edukasi literasi keuangan.

Kegiatan tersebut salah satunya dilakukan di Aula Korwilkersatdik Rogojampi di sela program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Lemahbangdewo, Kecamatan Rogojampi.

Di kegiatan ini, Pemkab Banyuwangi juga menggandeng salah satu perbankan untuk memberikan edukasi pengelolaan keuangan kepada ratusan P3K yang hadir.

"Dengan edukasi literasi keuangan ini, kami berharap para P3K dapat mengelola keuangannya secara lebih baik, sehingga bisa berfokus untuk bekerja mengajar para anak didik di sekolah masing-masing," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Bupati Ipuk juga meminta para P3K agar bijak dalam menggunakan gaji mereka. Sehingga para P3K tak sampai terjebak dalam jerat pinjol yang bunganya mencekik.

"Karena apabila setiap hari harus dikejar-kejar dengan tagihan pinjol, guru-guru tidak akan bisa maksimal dalam bekerja. Jadi dengan edukasi ini, kami ingin mereka bisa menggunakan pendapatannya untuk hal-hal yang tepat dibutihkan, alih-alih hal-hal yang diinginkan," sambungnya.

Selain itu, Ipuk juga berpesan agar para P3K tidak bergaya hidup secara hedonis. Terlebih hidup bermewah-mewahan secara berlebihan untuk dipamerkan di media sosial.

"Apakah guru yang ada di sini ada yang SK-nya sudah 'disekolahkan'? Sebenarnya tidak apa-apa 'disekolahkan', asal untuk hal-hal yang produktif. Jangan untuk hal-hal yang konsumtif," sambung Ipuk.

Ipuk juga mengingatkan bahaya judi online (judol) kepada para P3K yang hadir. Jeratan judol, kata dia, telah berdampak buruk pada orang-orang yang terjerat. Tak sedikit pula, nasib korban judol berakhir dengan tragis. Judol juga bisa membuat pelakunya berurusan dengan hukum.

"Kami berharap kontrak P3K bapak-ibu sekalian bisa diperpanjang nantinya berkat kinerja baiknya. Jangan sampai, kontrak ini terputus karena hal-hal yang sepele," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Suratno menambahkan, sekitar 3 ribu dari 5 ribuan guru di non-PNS di Banyuwangi telah diangkat menjadi P3K. Edukasi literasi keuangan diberikan agar para guru dapat bijak dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran masing-masing.

"Kami ingin memberikan bekal kepada para guru supaya mereka bisa mengatur keuangan secara baik, sehingga bisa nyaman dan lancar dalam bekerja mendidik anak-anak kita," tambah Suratno.

Suratno menyebut, selain pinjol dan judol, risiko lain yang perlu diantisipasi adalah investasi bodong. Pengalaman Suratno, beberapa ASN di Banyuwangi, termasuk guru, pernah tertipu investasi tersebut dengan berbagai modus. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES