Peristiwa Daerah

Kabupaten Malang Kaya Komoditi Kopi, Nilai Jual Produk Olahan Kopi Tinggi Dibanding Biji

Jumat, 05 Juli 2024 - 20:51 | 23.67k
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, Avicienna M Saniputra, dalam kegiatan panen petik kopi, belum lama ini. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, Avicienna M Saniputra, dalam kegiatan panen petik kopi, belum lama ini. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Komoditi perkebunan kopi di Kabupaten Malang punya produksi tinggi dengan hasil melimpah. Potensi kopi ini punya prospek pemasaran dan nilai penjualan lebih bagus dalam bentuk produk olahan. 

Pihak Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Malang menyebutkan, lahan budidaya kopi Kabupaten Malang untuk jenis kopi robusta seluas 18.420 Hektare. Sedangkan luas lahan kopi jenis Arabika sejumlah 2.256 Hektare. 

Dari lahan perkebunan kopi di Kabupaten Malang tersebut, tercatat hasil produksi kopi Robusta sebanyak 13.410 ton selama musim panen, dan kopi Arabika sebanyak 854 ton tiap panen. 

Kawasan perkebunan kopi unggulan di Kabupaten Malang diantaranya berada di kawasan Amstirdam (wilayah Kecamatan Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, dan Dampit). 

Kebun-Kopi-2.jpg

Perkebunan kopi di wilayah kecamatan Ampelgading misalnya, Dinas TPHP Kabupaten Malang mencatat berasa di lahan seluas 1.828 Hektare untuk jenis kopi Robusta, dan di lahan seluas 680 Hektare untuk jenis Arabika. 

Hasil produksi kopi Ampelgading, masing-masing untuk jenis Robusta sebanyak 1.319 ton dan jenis Arabika sebanyak 199 ton. 

Kabid Perkebunan Dinas TPHP Kabupaten Malang, Kholidah Masruroh mengungkapkan, selama ini komoditi kopi dari perkebunan Amstirdam tersebut sudah berkembang, tidak hanya dalam bentuk biji kopi saja. 

"Komoditi kopi dari petani di Kabupaten Malang dijual berupa biji green bean (kopi mentah), hingga sudah berupa bubuk yang siap jual dalam berbagai kemasan," kata Kholidah, Jumat (5/7/2024). 

Untuk yang biji mentah atau green bean, lanjutnya, seperti dijual petani ke pabrik ekspor Asal Jaya yang ada di Kecamatan Dampit. 

Ia menambahkan, prospek kopi saat ini cukup bagus dengan harga jual yang naik. Bahkan, menurutnya akan jauh lebih bagus jika dipasarkan dalam bentuk bubuk. 

Masih kata Kholidah, jika dijual berupa biji mentah, komoditi kopi dalam satu kali panen sebanyak 80 kilogram. Padahal, jika dipasarkan dalam bentuk bubuk atau produk olahan, harganya bisa naik hampir separo, menjadi 150 kilogram. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES