Peristiwa Daerah

Belum Ditindak oleh Petugas, Kereta Odong-odong Masih Bebas Beroperasi di Pemalang

Sabtu, 06 Juli 2024 - 19:11 | 15.11k
Odong-odong melintas di Jalan Gatot Subroto Pemalang Kota (FOTO: Ragil/TIMES Indonesia))
Odong-odong melintas di Jalan Gatot Subroto Pemalang Kota (FOTO: Ragil/TIMES Indonesia))

TIMESINDONESIA, PEMALANG – Kereta kelinci atau yang lebih dikenal dengan sebutan Odong-odong, pada awal kemunculannya merupakan kendaraan yang dimodifikasi menjadi kereta mini, dengan berbasis mesin dari berbagai unit kendaraan roda 4, seperti Suzuki carry, Isuzu panther, atau kendaraan mini lainnya.

Keberdaan odong-odong sendiri, sebetulnya hanya melintas di sekitaran sebuah objek wisata yang ada perijinanya. Tentunya kapasitas dan kemampuan kereta yang digemari para emak- emak ini harus diperhitungkan, guna menghindari over kapasitas yang bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Odong-odong-melintas-2.jpg

Odong-odong merupakan mobil yang dimodifikasi untuk mengangkut banyak penumpang, dan ada larangan buat kereta kelinci ini untuk melintasi jalan raya. Hal ini ditegaskan dalam aturan undang-undang no. 22 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan (LLAJ) serta peraturan pemerintah no 55 tahun 2012 tentang kendaraan.

Odong-odong tidak layak melintas di jalan raya sebab bukan angkutan umum, hasil modifikasi itu dianggap tidak aman untuk dikendarai di jalanan. Selain itu mengoperasikan odong-odong di jalan raya dapat mengakibatkan kemacetan dan berpotensi merusak fasilitas umum.

Menanggapi masih banyaknya odong-odong yang bebas melintas di jalanan kota Pemalang, Ketua Organisasi Angkutan Darat (ORGANDA) Kabupaten Pemalang Andi Rustono, mengingatkan pihak petugas Lalulintas dan Dinas perhubungan untuk menindaklanjuti undang-undang yang ada. "Jangan hanya setelah ada korban kecelakaan karena odong-odong, baru pada sibuk," kata Andi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pemalang Heru Weweg ketika dikonfirmasi lewat Whatsapp pada Sabtu (6/7/2024) mengungkap bahwa pihaknya sudah turun memberikan sosialisasi kepada para pengusaha odong-odong yang ada. "Lebih lanjut terkait hal itu, Bidang Angkutan sudah mengkomunikasikan juga Kepada Satlantas yang memiliki ruang lebih luas terkait penindakan," terangnya.( Ragil). (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES