Peristiwa Daerah

Ribuan Peziarah Padati Makam Hadratusyaikh KH Hasyim Asy'ari di Tebuireng Jombang

Senin, 08 Juli 2024 - 08:23 | 9.42k
Suasana padatnya peziarah di makam Hadratusyaikh KH. M. Hasyim Asy'ari di Pesantren Tebuireng, Jombang. (Foto: Bambang HI/TIMES Indonesia)
Suasana padatnya peziarah di makam Hadratusyaikh KH. M. Hasyim Asy'ari di Pesantren Tebuireng, Jombang. (Foto: Bambang HI/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JOMBANG – Ribuan peziarah memadati kompleks makam Hadratusyaikh KH Hasyim Asy'ari dan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang. Kepadatan ini terjadi di musim liburan sekolah dan memasuki awal Muharram 1446 Hijriah. 

Fenomena ini tidak hanya mencerminkan rasa hormat yang mendalam terhadap tokoh-tokoh besar Islam di Indonesia, tetapi juga memperlihatkan betapa pentingnya warisan keagamaan dalam kehidupan masyarakat. 

Di pemakaman ini, dimakamkan tokoh seperti KH Abdul Wahid Hasyim, KH Yusuf Hasyim, KH Salahudin Wahid dan para pengasuh Pesantren Tebuireng lainnya. 

Peziarah-2.jpg

Pesantren Tebuireng sendiri yang terletak di Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur, adalah salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di Indonesia.

Didirikan oleh Hadratusyaikh KH Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama, pesantren ini tidak hanya dikenal sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai tempat ziarah bagi umat Islam yang ingin menghormati para ulama yang telah berjasa dalam sejarah Islam di Indonesia. Ulama sekaligus pahlawan nasional.

Kehadiran para peziarah tidak hanya berasal dari Jawa Timur, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka datang dengan berbagai alasan, mulai dari mengharapkan berkah spiritual hingga sekadar ingin menelusuri jejak kehidupan dan pemikiran tokoh-tokoh besar Islam yang pernah berkontribusi besar bagi bangsa. 

Salah seorang peziarah, Khoirul Azmi yang datang dari Madiun bersama keluarganya mengatakan, ziarah sudah menjadi budaya di keluarga besarnya. Di antaranya untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan dan sejarah Islam yang dipelajari di pesantren.

"Keluarga kami alumni Tebuireng, jadi setiap saat kami ziarah. Ini juga penting untuk keluarga dalam rangka memahamkan dan mengajarkan tentang perjuangan para ulama dan bagaimana Islam tumbuh di Indonesia," ungkapnya. 

Peziarah-3.jpg

Tak hanya sebagai tempat ziarah, Pesantren Tebuireng juga menjadi pusat kegiatan keagamaan yang eksistensinya begitu penting. 

Keberadaan makam Hadratusyaikh KH Hasyim Asy'ari dan Gus Dur di Pesantren Tebuireng bukan hanya sebagai simbol keagamaan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas nasional yang patut dijaga.

Hal ini tercermin dari perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap pelestarian dan pengembangan pesantren sebagai pusat pendidikan dan spiritualitas yang berpengaruh di Indonesia. 

Kehadiran ribuan peziarah yang datang menjadi bukti nyata bahwa warisan keagamaan dan keilmua  dari Hadratusyaikh KH Hasyim Asy'ari tetap relevan dalam kehidupan umat Islam Indonesia pada masa kini. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES