Peristiwa Daerah

Melihat dari Dekat Ritual Sedekah Laut Pemalang Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Senin, 08 Juli 2024 - 09:00 | 15.29k
Suasana keramaian sedekah laut atau Baritan di Pemalang (Foto: Ragil/TIMES Indonesia)
Suasana keramaian sedekah laut atau Baritan di Pemalang (Foto: Ragil/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PEMALANG – Melalui sidang penetapan yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI (Kemendikbud Ristek RI) di Yogyakarta pada 2022 lalu, ritual Sedekah Laut Desa Asemdoyong Kabupaten Pemalang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Hal ini dikatakan oleh Yusuf Mujadi, Kepala Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah pada Senin (8/7/2024).

Ia menuturkan bahwa tradisi sedekah laut atau yang lebih dikenal dengan nama upacara Baritan Desa Asemdoyong sudah ada sejak tahun 1950 silam.

"Pada awalnya sedekah laut dilakukan secara individu atau perorangan. Lama kelamaan akhirnya para nelayan berinsiatif untuk melaksanakan sedekah laut atau Baritan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI)," tutur Yusuf.

Acara Baritan sendiri diadakan setiap tanggal 1 bulan Muharram atau 1 Suro dalam penanggalan Jawa.

sedekah-laut-2.jpgSuasana keramaian sedekah laut atau Baritan di Pemalang (Foto: Ragil/TIMES Indonesia)

Dalam kegiatan tersebut para nelayan beramai-ramai membuat sesaji atau ancak untuk kemudian dilarung ke tengah laut. Sesaji berbentuk ancak dikenal dengan nama Subala-subali.

Ada 3 nama sesaji yang dilarung yaitu Gemplo, Cantrang dan Garok. Isi sesaji tersebut beragam, di antaranya kepala kerbau dan ayam hidup serta berbagai macam jajanan tradisional.

Semua diletakan dalam miniatur kapal, yang nantinya akan dilarung di tengah laut dengan diiringi puluhan, bahkan bisa mencapai ratusan kapal nelayan berbagai ukuran.

Yusuf mengatakan, arti dari tradisi Baritan yang diwariskan turun-temurun ini adalah perwujudan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena telah memberikan limpahan dan keberkahan rezeki dari hasil laut kepada masyarakat Desa Asemdoyong yang berprofesi sebagai nelayan.

"Saya berharap tradisi (Sedekah Laut) ini dijaga dan terus dilestarikan agar nantinya anak cucu kita jadi tahu, bahwasanya kita punya tradisi yang begitu hebat," pungkas Yusuf Mujadi, Kepala Desa Asemdoyong, Kabupaten Pemalang. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES