Peristiwa Daerah

Rocket Chicken Probolinggo Jadi Korban Penipuan Petugas Damkar Palsu

Senin, 08 Juli 2024 - 18:05 | 83.11k
Salah satu pria berbaju dinas Damkar yang diduga petugas abal abal di Rocket Chicken, Kota Probolinggo. (FOTO: Potongan Video Rocket Chicken).
Salah satu pria berbaju dinas Damkar yang diduga petugas abal abal di Rocket Chicken, Kota Probolinggo. (FOTO: Potongan Video Rocket Chicken).

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Restoran cepat saji modern di Kota Probolinggo, Jawa Timur, digemparkan oleh kedatangan petugas abal-abal yang mengaku dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). 

Petugas tersebut meminta uang sebesar Rp370 ribu untuk pengisian Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Beberapa restoran telah menjadi korban penipuan ini.

Vito Triandana (24), petugas Rocket Chicken di Jalan Raya Bromo, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, menceritakan pengalamannya saat didatangi dua orang yang mengaku petugas Damkar.

"Satu berseragam Damkar, yang satu lagi tidak. Yang masuk hanya yang berseragam," kata Vito, Senin (8/7/2024).

Pria kelahiran Jombang ini curiga sejak awal. Petugas berbaju Damkar tersebut ternyata bukan hendak memesan makanan, melainkan mengecek APAR di Rocket Chicken.

"Gelagatnya aneh. Katanya namanya Wadri, petugas Damkar, tapi tidak jelas dari Damkar mana," ujar Vito.

Setelah mengecek APAR di bagian belakang, Vito dimintai Rp370 ribu. Namun, karena curiga dan melihat APAR masih penuh, Vito menolak membayar.

"Tidak ada ancaman. Dia hanya bilang ya sudah dan pergi," jelas Vito.

Tak lama kemudian, kejadian serupa juga terjadi di Rocket Chicken di Mayangan dan Kanigaran.

“Mereka membayar Rp 370 ribu dan tabungnya diambil petugas tersebut. Sepertinya petugas abal-abal," tambahnya.

Dihubungi terpisah, Kasi Damkar Satpol PP Kota Probolinggo, Abdullah, telah menerima laporan dan melihat rekaman video pria berseragam Damkar.

Menurutnya, orang berseragam dalam rekaman video pada pukul 12.57 di Rocket Chicken Ketapang, bukan merupakan petugas Damkar Kota Probolinggo.

"Kami juga cek ke petugas Damkar di Kabupaten, dan pria itu bukan petugas sana. Dia abal-abal," tegas Abdullah.

Abdullah menjelaskan, petugas Damkar asli seharusnya memiliki surat perintah yang ditandatangani Kepala Dinas terkait.

Selain itu, petugas Damkar tidak pernah melakukan pengisian APAR. Pengisian dilakukan oleh pemilik APAR sesuai dengan perusahaan yang mereka tunjuk.

"Damkar hanya mengecek, pemilik APAR yang mengisi sendiri," jelas Abdullah.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah tertipu dengan modus seperti itu.

"Jika menemukan kejadian serupa, segera laporkan ke kami (Damkar) secara langsung atau melalui 112," tandasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ryan Haryanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES