Peristiwa Daerah

Bersama Suami, Pembatik Donomulyo Angkat Modangan dan Satwa Langka dalam Motif Batiknya

Senin, 08 Juli 2024 - 18:54 | 10.19k
Umi Lestarianti, pengrajin batik tulis asal Donomulyo, Kabupaten Malang, saat menyolet kain batik bermotif paralayang kreasinya, di kediamannya. (Foto dok. For TIMES Indonesia)
Umi Lestarianti, pengrajin batik tulis asal Donomulyo, Kabupaten Malang, saat menyolet kain batik bermotif paralayang kreasinya, di kediamannya. (Foto dok. For TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Tidak banyak pengrajin batik tulis atau tradisional yang bertahan menekuni kerajinan batik lokal. Terlebih, kerajinan batik tulis yang dilakukan secara turun temurun dalam satu keluarga. 

Di Kabupaten Malang, masih ada pembatik yang menekuni kerajinan batik tulis. Umi Lestarianti (54), pengrajin batik tulis asal Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, salah satu pembatik yang tak mau meninggalkan kerajinan tradisional ini. 

Kepada TIMES Indonesia, Umi menyatakan, kecintaannya terhadap batik tulis tidak hilang atau tergantikan sampai saat ini. Saking cintanya, Umi juga mengajak anggota keluarganya, untuk bisa menyempatkan diri membatik seperti dirinya. 

"Saya belajar membatik belum lama, pertama kali pada 2015, dari ikut pelatihan. Tetapi, keterusan tertarik sampai sekarang. Saat membatik, juga dibantu suami, ya di sela-sela masih menyempatkan," terang Umi. 

Greget membatik ini terus ditekuni Umi, meski pada saat yang sama diakuinya banyak teman sesama pengrajin memilih berhenti. Terlebih, ketika semua menghadapi pandemi dua tahun selama 2020-2021 lalu.

Umi-Lestarianti-a.jpg

Dikatakan, pengrajin batik di wilayah Donomulyo Kabupaten Malang setidaknya berada di beberapa desa. Seperti di Desa Sumberoto, Banjarejo, Tulusrejo, Tlogorejo, termasuk Desa Donomulyo.

"Ya, dulu memang banyak pengrajinnya, mas. Terutama di tiga Desa. Tetapi sekarang sudah banyak yang lanjut usia, berhenti membatik," terang warga RT 11/RW 04 Desa Donomulyo ini.

Bagi Umi sendiri, meski awalnya belajar dari orang lain, keterampilan membatiknya tetap ingin terus dikembangkan. Terutama, dalam kreasi motif-motif menarik yang punya kekhasan dan nilai lokal, sesuai yang ada di wilayah kecamatan Donomulyo.

Baru-batu ini, karya motif khas yang dibuatnya adalah motif paralayang Pantai Modangan, Donomulyo dan motif merak alasan Sumberoto.

"Kami ingin mewarisi leluhur melalui motif batik yang Saya buat. Untuk merak alasan, berasal dari cerita burung merak yang ada di hutan sekitar, namun sekarang sudha hampir punah," ungkap Umi.

Sebagai pengrajin batik tulis tradisional, menurutnya ia harus bisa mempertahankan kerajinan batik tetap dilestarikan. Salah satunya, dengan kreatif membuat motif unik dan mengikuri berbagai ajang pameran.

"Pamor batik itu salah satunya memang ada di motif, yang khas dan ikonik sesuai kekhasan daerah. Agar pembatik eksis, rajin mengikuti pameran dan tekun itu cara mempertahankannya," terangnya.

Beruntung, Umi juga dibantu dengan mengajak kolaborasi anak muda karang taruna, terkait bagaimana pemasaran batik-batik yang sudah pernah dihasilkan.

kain-batik-bermotif-paralayang.jpg

Ia menambahkan, motif batik yang sudah diakui banyak kalangan tidak hanya motif paralayang dan merak alasan.

"Sudah ada beberapa motif lain, salah satunya sertifikat HaKI. Selama ini, batik Saya sudah pernah dipesan sampai Jambi dan Bali," terang perempuan yang juga aktif menjadi kader lansia dan kader desa ini.

Lebih lanjut, Umi menyatakan, akan terus menekuni kerajinan membatik dalam setiap kesempatan. Selama ini, mengembangkan batik masih dilakukan mandiri semampunya.

"Saya tidak bosan membatik, ada pesanan atau laku ataupun tidak. Saya yakin, insyaAllah produksi batik bisa mensejahterakan. Namun, sebagai pengrajin, kami berharap tidak berjalan sendiri, difasilitasi dan didukung seperti fasilitasi pengrajin sebagai UMKM," harap Umi Lestarianti. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES