Peristiwa Daerah

Rektor Unair Ajak Dialog Tim Kastria Airlangga

Senin, 08 Juli 2024 - 19:59 | 9.11k
Tiga tuntutan pembelaan yang disampaikan Kastria Airlangga terhadap pemberhentian Prof BUS. (FOTO: Dokumen TIMES Indonesia)
Tiga tuntutan pembelaan yang disampaikan Kastria Airlangga terhadap pemberhentian Prof BUS. (FOTO: Dokumen TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Pembelaan terhadap pemberhentian Prof Dr dr Budi Santoso SpOG FER atau Prof Bus yang dilakukan Ksatria Airlangga mulai ada titik terang. 

Rektor Unair Prof Dr Mohammad Nasih menggelar pertemuan dengan Kstaria Airlangga. Sebelumnya, Ksatria Airlangga sendiri telah menggelar aksi "Bela Prof Bus" di depan patung Airlangga Fakultas Kedokteran kampus A Unair pada Kamis (4/7/2024) lalu. 

Ada dua tuntutan yang disampaikan saat aksi. Tuntutan ini ditujukan untuk Prof Nasih. Usai menggelar aksi, undangan dialog dari Rektor Unair disambut baik Ksatria Airlangga. 

Perwakilan aksi Ksatria Airlangga, korlap, senior guru besar dan wakil dekan I diundang Rektor Unair untuk melakukan dialog. Ada titik terang yang dihasilkan dari dialog ini.

"Kami juga berterima kasih dan senang kemarin beberapa orang perwakilan diundang Pak Rektor hadir di ruang kerja beliau. Kami sudah melakukan dialog, kami menyampaikan keinginan dan tuntutan teman-teman semua yang terlibat dalam aksi kemarin," kata Korlap Aksi Ksatria Airlangga "Bela Prof BUS" Dr dr Yan Efrata Sembiring SpB SpBTKV(K), Minggu (7/7/2024) kemarin.

Ada beberapa pertimbangan yang diambil dalam dialog. Rektor Unair tidak menyebut secara pasti hasil pertimbangannya. Sebab, akan dibicarakan dengan berbagai unsur di Unair, seperti majelis wali amanat, senat dan lainnya.

"Tapi prinsipnya beliau itu berterima kasih atas masukannya dan akan melakukan sesuatu yang terbaik bagi Unair dan tentunya untuk Prof Bus, sehingga yang disampaikan teman-teman itu bisa diakomodir. Harapan kami tegas, keinginan kami cuma satu, sebisanya Prof Bus kembali jadi Dekan FK," jelasnya.

Terkait hasil keputusan, Rektor Unair tidak memberikan batas waktu sampai kapan. Namun, secepatnya akan keluar surat keputusan (SK).

"Kemarin beliau (Rektor Unair) tidak ada memberikan timeline untuk waktunya, tapi beliau berjanji secepatnya akan mengeluarkan keputusan. Supaya ini tidak berlarut larut, karena sudah menjadi isu nasional," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PKIP Unair, dr Martha Kurnia Kusumawardani Sp KFR(K) mengatakan, memang ada diskusi terbuka. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab Unair.

"Agar tidak terjadi perluasan isu yang tidak benar karena informasi yang simpang siur di masyarakat. Unair selalu membuka kesempatan untuk melakukan koordinasi dan diskusi pada semua pihak yang berkepentingan atas isu ini," kata dr Martha.

Pihaknya selalu terbuka untuk membangun hubungan baik dengan semua pihak. Baik di internal maupun eksternal kampus. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES