Peristiwa Daerah

Surabaya Printing Expo 2024, Jembatani Pengusaha Industri Percetakan dan Konsumen 

Senin, 08 Juli 2024 - 20:16 | 11.75k
Press conference jelang perhelatan Pameran Surabaya Printing Expo 2024 di Grand City Mall, Senin (8/7/2024). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Press conference jelang perhelatan Pameran Surabaya Printing Expo 2024 di Grand City Mall, Senin (8/7/2024). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Krista Exhibition menggelar pameran Surabaya Printing Expo 2024 di Grand City Convex. Acara tahunan tersebut diselenggarakan untuk ke-17 kalinya bagi para pelaku industri kreatif di Jawa Timur dan Kawasan Indonesia timur. 

Acara berlangsung mulai 11-14 Juli 2024. Menampilkan sederet teknologi mesin dan peralatan percetakan. Antara lain mesin cetak offset, cetak digital, cetak tekstil, sablon, jasa cetak, alat-alat cetak terkini dan penyediaannya serta teknologi percetakan mutakhir.

"Tahun ini jumlah peserta naik hampir 20 persen dari tahun lalu. Memenuhi lantai bawah Gedung Grand City Convex," terang CEO Krista Media Daud D Salim saat press conference di Surabaya, Senin (8/7/2024).

Hal ini menandakan bahwa industri kreatif semakin maju dan berkembang. Total dari 250 peserta, 10 peserta merupakan pelaku UMKM yang beberapa di antaranya pernah ikut pameran serupa pada tahun lalu. 

Peningkatan industri percetakan dinilai merupakan efek domino positif dari pertumbuhan industri sektor lain. Daud juga menambahkan, pameran membawa beberapa piranti teknologi 3D printing, laser dan seminar tren Artificial Intelligent dalam industri percetakan oleh Persatuan Pengusaha Grafika Indonesia (PPGI).

Ketua Umum Asosiasi PPGI, Ahmad Mughira Nurhani pada kesempatan yang sama mengapresiasi penyelenggaraan Surabaya Printing Expo 2024.

"Tahun ke tahun acara ini berjalan sukses bahkan tahun ini jumlah peserta meningkat," katanya.

Ia tak memungkiri perkembangan teknologi percetakan digital semakin meningkat. Terjadi pergeseran dari konvensional offset menjadi percetakan digital.

"Ini sejalan dengan perkembangan ekonomi," tandasnya.

Ketua PPGI Jatim, Iwan Dhamar turut menjelaskan bahwa Jatim merupakan hub industri percetakan di Indonesia Timur secara keseluruhan. Di tengah perkembangan teknologi, banyak percetakan besar berguguran. 

Namun justru pengusaha percetakan kategori UMKM berkembang pesat. Oleh karenanya, PPGI Jatim juga menghadirkan workshop tentang packaging bagi pelaku usaha kecil. Jumlah peserta bahkan melebihi target dalam waktu singkat.

"Total terdaftar 145 peserta dari 100 peserta yang ditargetkan," ucapnya.

Ia juga memberikan harapan di tengah gempuran Teknologi AI dalam bidang percetakan. Artificial Intelligent tak akan mampu menggantikan daya kreativitas manusia.

Arif Khamzah, Kepala Bidang Pemberdayaan Industri Disperindag Jatim mewakili Kepala Disperindag Jatim menerangkan, bahwa industri di Jatim tumbuh pesat melalui sinergi strategis berbagai pihak.

Angkanya sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Jatim dimana saat ini mencapai 4,81 persen atau tumbuh 1,16 persen pada triwulan I tahun 2024. Total nilai PDRB Rp764,64 triliun. 

Jatim memiliki peranan penting terhadap perekonomian nasional dengan kontribusi sebesar 14,46 persen terhadap PDB Indonesia dan 25,07 persen terhadap PDRB Pulau Jawa.

Perekonomian Jatim masih didominasi oleh tiga sektor utama. Yakni sektor industri pengolahan sebesar 31,52 persen, sektor perdagangan 19,01 persen dan sektor pertanian 9,71 persen. Sedangkan 14 sektor industri lainnya memberikan kontribusi sebesar 39,74 persen terhadap PDB Jatim. 

Di sisi lain, industri manufaktur termasuk di dalamnya industri percetakan di Indonesia dinilai masih terus menunjukkan hasrat untuk tetap meningkatkan produktivitas dan perluasan usaha guna memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

"Empat negara tujuan ekspor mesin Jatim adalah Timor Leste, Filipina, Malaysia dan Singapura," terangnya.

Sedangkan jumlah industri percetakan di Jatim saat ini sekitar 4.911 unit. Meliputi skala kecil, menengah dan besar. 

Industri percetakan terbesar terletak di Surabaya 2.161 unit usaha, Kota Malang 757 unit usaha, Kabupaten Sidoarjo 280 unit usaha, Kota Madiun 211 unit usaha dan Kota Mojokerto 209 unit usaha.

"Hal tersebut merupakan peluang yang luar biasa bagi yang menggeluti dunia percetakan," ungkapnya.

Ia juga mengamati jika permintaan untuk percetakan digital semakin meningkat di tengah kemajuan teknologi. Maka, Surabaya Printing Expo 2024 menjadi penjembatan bagi para pelaku industri kreatif.

"Surabaya Printing Expo 2024 merupakan event yang sangat luar biasa yang dihadiri oleh para pelaku bisnis di industri percetakan," ungkapnya. 

Kepala Dinas Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Jatim Andrio Himawan Wahyu Aji, mengungkapkan, event ini sangat tepat dilakukan untuk mendorong UMKM di Jatim. 

Terutama menjelang Pilkada Serentak, pameran diprediksi akan ramai dan dihadiri para pelaku usaha percetakan. 

Industri percetakan dan grafika Indonesia telah berkembang cukup pesat dan juga telah memiliki kontribusi yang cukup besar dalam menciptakan stabilitas ekonomi nasional.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) turut mencatat optimisme pelaku usaha untuk enam bulan ke depan tetap stabil pada 73,5 persen atau sama dengan optimisme bulan sebelumnya. 

Adapun subsektor yang paling optimistis dalam enam bulan ke depan diantaranya adalah industri percetakan. Pada awal tahun 2024 ini, momentum Pemilihan Umum (Pemilu) membuat para pelaku usaha percetakan mengalami peningkatan pesanan yang luar biasa dan kebutuhan akan produk cetakan.

Terutama spanduk dan brosur. Hal itu tidak hanya menciptakan gelombang pekerjaan baru tetapi juga mendongkrak omzet perusahaan percetakan di seluruh negeri, sehingga merupakan potensi yang besar bagi industri percetakan Indonesia.

"Ini merupakan wujud nyata dari kemajuan budaya percetakan," katanya.

Sebagaimana diketahui, Pameran Surabaya Printing Expo (SPE) 2024 ini juga akan menyuguhkan segala jenis teknologi cetak mencetak terkini mulai dari skala kecil, menengah, dan besar dengan berbagai teknologi percetakan.

Berbagai seminar menarik turut meramaikan selama empat hari pameran. 

Kesuksesan Pameran Surabaya Printing Expo (SPE) 2024 tidak lepas dari dukungan berbagai kementerian, asosiasi dan institusi. Di antaranya Kementerian 
Perindustrian Republik Indonesia, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Jawa Timur & Kota Surabaya, Dinas Provinsi Jawa Timur dan Kota Surabaya, KADIN Provinsi Jawa Timur & Kota Surabaya, PPGI - Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia, KOPI (Komunitas Printing Indonesia), serta ASPERAPI (Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia). (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES