Peristiwa Daerah

Terpilih Aklamasi, Roma Duwi Juliandi Kembali Pimpin IJTI Korda Kediri

Selasa, 09 Juli 2024 - 20:00 | 10.54k
Roma Duwi Juliandi terpilih kembali pimpin IJTI Korda Kediri (Foto: dok IJTI Korda Kediri)
Roma Duwi Juliandi terpilih kembali pimpin IJTI Korda Kediri (Foto: dok IJTI Korda Kediri)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Roma Duwi Juliandi kembali terpilih untuk memimpin IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) Korda Kediri. Dalam muskorda (musyawarah koordinator daerah) ke 3 IJTI Korda Kediri, Roma terpilih secara aklamasi sebagai ketua IJTI Korda Kediri periode 2024-2027. 

Muskorda IJTI Korda Kediri dihadiri Ketua Pengurus Daerah IJTI Jawa Timur Ahmad Willyanto, Sekretaris Pengda IJTI Jatim Hari Tambayong, Ketua bidang organisasi IJTI Jatim Abdur Rokhim dan seluruh anggota IJTI Korda Kediri.“Terima kasih atas kepercayaannya, meski teman-teman IJTI sudah mengikuti Uji Kompetensi semua, namun saya tetap konsen agar teman-teman bisa melanjutkan ke jenjang madya dan utama, ini tetap menjadi salah satu visi misi kedepan saya,” ujar Roma, Selasa (09/07/2024). 

Roma juga mengatakan bahwa dirinya akan berupaya lebih banyak lagi kegiatan yang bermanfaat bagi jurnalis terutama anggota IJTI Korda Kediri.  “Terutama kegiatan untuk pengembangan skill anggota, dan kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat,” ungkap Ketua IJTI terpilih.

Muskorda 3 IJTI Korda Kediri tersebut ditutup dengan pembacaan keputusan oleh Sekretaris IJTI Pengda Jatim dan pengambilan sumpah oleh ketua IJTI Pengda Jawa Timur Ahmad Willyanto.


Eksplorasi Jurnalisme Ramah Anak

Muskorda IJTI Kediri sendiri diawali dengan workshop bertema “Eksplorasi Jurnalisme Ramah Anak." 

Dengan akademisi sekaligus jurnalis senior Zainal Arifin sebagai narasumber, workshop tersebut juga sebagai sarana penyegaran informasi tentang kode etik dan undang-undang tentang perlindungan anak. 

Zainal menuturkan Dewan Pers memiliki pedoman khusus terkait pemberitaan ramah anak, yakni Peraturan Dewan Pers No 1 Tahun 2019. 

Dengan makin memahami jurnalisme ramah anak, para jurnalis maupun instansi pemerintah dan lembaga terkait, mampu memberi perlindungan hak-hak dan psikis terutama pada kasus-kasus yang berkaitan dengan anak.

"Pedoman ini harus kita taati karena memang ini dampaknya luar biasa terhadap psikis korban. Jurnalisme ramah anak ini harus selalu kita pakai sebagai jalan atau koridor dalam rangka menyelamatkan anak -anak di Indonesia," tuturnya. 

Workshop turut dihadiri sejumlah instansi pemerintahan dan lembaga perlindungan anak, organisasi profesi wartawan AJI Kediri dan PWI Kediri. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES