Peristiwa Daerah

Seminar Ma'had Aly Al-Tarmasi Pacitan Bahas Pentingnya Self Awareness Terhadap Darah Wanita

Rabu, 10 Juli 2024 - 15:45 | 13.13k
Suasana seminar fiqh wanita diikuti mahasantri putri Ma'had Aly Al-Tarmasi Pacitan. (Foto: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Suasana seminar fiqh wanita diikuti mahasantri putri Ma'had Aly Al-Tarmasi Pacitan. (Foto: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITANMa'had Aly Al-Tarmasi di Pacitan mengadakan seminar dengan tema "Pentingnya Self Awareness Terhadap Darah Wanita" yang dihadiri oleh seluruh mahasantri putri. 

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri para mahasantri terkait kondisi biologis perempuan yang memiliki pengaruh signifikan terhadap keabsahan ibadah.

Seminar yang digelar di aula utama Ma'had Aly Al-Tarmasi tersebut menghadirkan pemateri, pakar kajian fiqh wanita, Ustadzah Khaulatul Fardah, M.Pd.I.

Dalam pembukaan materinya, Ustadzah Khaulatul menekankan pentingnya pemahaman mendalam mengenai darah wanita dalam konteks keagamaan.

"Kesadaran diri terhadap darah wanita, termasuk haid, istihadhah, dan nifas, sangat penting untuk memastikan keabsahan ibadah kita. Setiap wanita muslimah harus memahami jenis-jenis darah tersebut dan bagaimana pengaruhnya terhadap kewajiban serta larangan dalam ibadah," ujarnya, Rabu (10/7/2024).

Menurut Ustadzah Khaulatul, banyak wanita yang masih kurang memahami perbedaan antara darah haid, istihadhah, dan nifas. Hal ini sering kali menimbulkan kebingungan yang berujung pada kesalahan dalam pelaksanaan ibadah.

"Haid adalah darah yang keluar secara alami setiap bulan pada wanita yang sehat secara seksual dan tidak sedang hamil. Istihadhah adalah darah penyakit yang keluar di luar masa haid atau nifas, sedangkan nifas adalah darah yang keluar setelah melahirkan," jelasnya.

seminar-fiqh-wanita.jpg

Lebih lanjut, Ustadzah Khaulatul menjelaskan bahwa darah haid dan nifas memiliki dampak langsung pada keabsahan ibadah seperti shalat, puasa, dan haji.

"Wanita yang sedang haid atau nifas dilarang melaksanakan shalat dan puasa, namun mereka wajib mengganti puasa di hari lain setelah masa haid atau nifas selesai. Sebaliknya, darah istihadhah tidak menghalangi wanita untuk melaksanakan ibadah, meskipun membutuhkan beberapa tindakan pembersihan khusus," tambahnya.

Tak hanya itu, seminar ini juga mengupas tentang berbagai masalah yang kerap dihadapi oleh wanita terkait darah dan bagaimana solusinya menurut pandangan Islam.

Salah satu topik yang dibahas adalah tentang darah istihadhah yang sering kali disalahartikan sebagai haid. Ustadzah Khaulatul menekankan bahwa pemahaman yang benar tentang istihadhah sangat penting agar ibadah tetap sah.

"Sering kali wanita menganggap semua darah yang keluar sebagai haid, padahal ada darah istihadhah yang tidak menghalangi mereka dari beribadah. Pemahaman yang salah ini bisa berakibat pada hilangnya kewajiban ibadah yang seharusnya dilakukan," tegasnya.

Para peserta seminar, termasuk PKK Desa Tremas, para mahasiswi kampus se-Pacitan, terlihat antusias mengikuti setiap penjelasan yang disampaikan oleh Ustadzah Khaulatul.

Salah satu mahasantri, Anisatul Hayati, mengungkapkan bahwa seminar ini sangat bermanfaat dan memberikan pencerahan baru bagi dirinya.

"Saya baru menyadari betapa pentingnya memahami jenis-jenis darah dan pengaruhnya terhadap ibadah. Selama ini, saya sering kali bingung dan khawatir salah dalam beribadah karena ketidaktahuan saya," ungkapnya.

Selain itu, seminar ini juga memberikan ruang tanya jawab bagi para peserta yang ingin mengajukan pertanyaan terkait topik yang dibahas. Banyak peserta yang memanfaatkan sesi ini untuk menggali lebih dalam mengenai permasalahan darah wanita yang mereka alami.

Dengan adanya seminar ini, diharapkan para mahasantri putri Ma'had Aly Al-Tarmasi dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya self awareness terhadap darah wanita dan pengaruhnya terhadap keabsahan ibadah.

Ustadzah Khaulatul menutup seminar dengan doa dan harapan agar ilmu yang disampaikan dapat bermanfaat dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita semua berharap, melalui pemahaman yang benar, ibadah kita dapat diterima dan kita dapat menjalankan kewajiban agama dengan benar," pungkasnya.

Seminar ini merupakan salah satu program unggulan Badan Eksekutif Mahasantri Ma'had Aly Al-Tarmasi dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan pemahaman agama para mahasantri. Dengan berbagai kegiatan edukatif seperti ini, diharapkan para mahasantri dapat menjadi pribadi yang lebih berilmu dan berakhlak mulia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES