Peristiwa Daerah

Viral! Tumbang Sembilan Bulan, Barongan di Probolinggo Berdiri Lagi

Rabu, 11 September 2024 - 10:40 | 33.25k
Salah satu warga yang datang karena penasaran dengan barongan berdiri kembali setelah 9 bulan tumbang. (Foto: Rizky Putra Dinasti/TIMES Indonesia)
Salah satu warga yang datang karena penasaran dengan barongan berdiri kembali setelah 9 bulan tumbang. (Foto: Rizky Putra Dinasti/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Warga Dusun Ketompret, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dikejutkan oleh kejadian tak biasa. Sebuah barongan bambu yang telah tumbang selama berbulan-bulan dikabarkan tiba-tiba berdiri kembali.

Peristiwa ini menjadi viral, menarik perhatian warga dari luar desa yang berbondong-bondong datang untuk menyaksikannya secara langsung.

Advertisement

Sulistiawati (37), warga setempat menceritakan, sekitar sembilan bulan lalu, barongan bambu milik Santoso (35) tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang, tepat sekitar pukul 17.00 WIB.

Barongan bambu yang memiliki panjang sekitar sembilan meter itu terpaksa dipotong oleh pemiliknya dengan bantuan warga karena tumbang ke arah selatan dan menutup akses jalan desa.

Meski sudah dipotong, masih tersisa potongan bambu setinggi dua hingga tiga meter dari akarnya yang ikut terangkat saat tumbang. Seiring waktu, beberapa tunas bambu baru tumbuh di samping bambu yang telah roboh tersebut.

Namun, pada Sabtu (7/9/2024) sekitar pukul 22.30 WIB, barongan bambu dengan diameter mencapai 3 meter itu secara mengejutkan berdiri kembali.

“Saat itu saya mendengar suara seperti angin dan benda jatuh dari rumah. Ayah saya, Pak Sulam (70), bersama Pak Santoso keluar rumah untuk memeriksa,” ujar Sulistiawati.

Melihat bambu yang telah tumbang selama sembilan bulan tiba-tiba berdiri, Santoso ketakutan dan melarikan diri.

“Ayah saya setelah melihat itu langsung masuk rumah dan bilang kalau bambunya berdiri lagi,” tambah perempuan yang akrab dipanggil Sulis itu.

Kejadian ini mengundang perhatian warga sekitar, bahkan dari dusun tetangga, Dusun Kulak Utara, Desa Wringinanom-Tongas. 

Mereka datang beramai-ramai untuk melihat langsung, mengabadikan momen, dan membagikannya di media sosial, hingga peristiwa ini menjadi viral.

Sulis juga mengungkapkan, sehari sebelum bambu itu berdiri kembali, pada Jumat legi (6/9/2024), pemiliknya sempat mencoba membakar barongan tersebut, tetapi api selalu mati.

“Akhirnya dibiarkan saja, dan pada malam Minggu, tiba-tiba bambunya berdiri lagi,” kata Sulis dengan merinding.

Kepala Desa Tongas Wetan, Kasan Nurhadi, membenarkan kejadian yang menghebohkan warga tersebut. Ia menyatakan, pihak desa saat ini masih menyelidiki lebih lanjut, khawatir peristiwa itu disalahartikan dan mengarah pada perilaku syirik.

Agar tidak menimbulkan polemik, pemilik bambu bersama pihak desa telah memasang peringatan agar warga tidak mengambil bambu tersebut.

“Sebelumnya ada yang mengambil bambu setelah viral, entah untuk apa, jadi kami larang agar tidak terjadi hal-hal yang mengarah pada syirik,” jelas Kasan.

Terkait upaya membakar barongan, Kasan juga membenarkan, pemiliknya memang berencana membakar bambu tersebut karena lahannya akan digunakan untuk sawah.

Namun, meski sudah menggunakan ban bekas sebagai bahan bakar, barongan bambu itu tetap tidak terbakar.

“Ban bekasnya habis terbakar, tapi bambunya sama sekali tidak terbakar,” tambah Kasan.

Pihak desa berencana berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengetahui penyebab fenomena ini, apakah murni fenomena alam atau ada hal lain di luar itu.

“Kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan dinas terkait untuk mengetahui penyebabnya,” tutup Kasan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES