Peristiwa Daerah Derap Nusantara

Gunung Semeru Erupsi, Kolom Letusan Mencapai 400 Meter

Senin, 30 September 2024 - 10:14 | 40.42k
Gunung Semeru erupsi dengan letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak pada Senin (30/9/2024) pagi. (FOTO: ANTARA/HO-PVMBG)
Gunung Semeru erupsi dengan letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak pada Senin (30/9/2024) pagi. (FOTO: ANTARA/HO-PVMBG)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, LUMAJANGGunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), kembali mengalami erupsi pada Senin pagi (30/9/2024). Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, letusan tersebut terekam pada pukul 06.50 WIB dengan amplitudo maksimum 22 mm dan berlangsung selama 137 detik.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi menyebutkan bahwa kolom abu letusan teramati setinggi 400 meter di atas puncak, atau sekitar 4.076 mdpl.

Advertisement

“Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, mengarah ke barat,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Tidak hanya sekali, Semeru juga mengalami erupsi sebelumnya pada pukul 01.00 WIB. Namun, letusan tersebut tidak dapat teramati secara visual, meskipun aktivitas vulkanik masih berlangsung hingga laporan tersebut dibuat.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk menjaga keselamatan masyarakat. Status Gunung Semeru masih berada pada level Waspada.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, terutama di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak.

Selain itu, dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas, karena dikhawatirkan terjadi perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai 13 kilometer dari puncak.

"Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," ujarnya.

Selain itu, masyarakat di sekitar wilayah aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar yang mungkin terjadi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES