Advertisement
Peristiwa Daerah

Siap-Siap! di Banyuwangi Muncul Fenomena Hari Tanpa Bayangan

Siap-siap pada Senin (14/10/2024) mendatang, tepat pukul 11.08 WIB,, di wilayah Banyuwangi bakal muncul fenomena unik berupa Hari Tanpa Bayangan. ...

TIMES Indonesia,
Siap-Siap! di Banyuwangi Muncul Fenomena Hari Tanpa Bayangan
Foto ilustrasi matahari tepat tegak lurus diatas diatas kepala atau Kulminasi Utama. (Foto : Anggara Cahya/TIMES Indonesia)
A-AA+

BANYUWANGI Siap-siap pada Senin (14/10/2024) mendatang, tepat pukul 11.08 WIB, di wilayah Banyuwangi bakal muncul fenomena unik berupa Hari Tanpa Bayangan

“Pukul 11.08 WIB pada Senin, 14 Oktober selama 2 sampai 3 menit Di Banyuwangi akan terjadi fenomena Hari Tanpa Bayangan,” kata Prakirawan BMKG Kelas III Banyuwangi, Rezky P. Hartiwi Selasa, (8/10/2024).

Advertisement

Merujuk situs resmi BMKG hari tanpa bayangan merupakan fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya itu disebut sebagai kulminasi utama.

Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala atau disebut titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat ‘menghilang’ karena bertumpuk. 

Rezky mengatakan, meskipun tidak berpengaruh secara signifikan, ada beberapa dampak yang patutnya diwaspadai saat terjadinya hari tanpa bayangan di antaranya kadar ultraviolet (UV) yang meningkat. Hal itu disebabkan intensitas cahaya matahari yang sampai ke bumi berada di titik puncak.

Oleh sebab itu BMKG mengimbau untuk mengenakan topi dan mengaplikasikan tabir surya untuk melindungi kulit sehingga mengurangi kulit terbakar akibat terpapar sinar UV.

“Intensitas cahaya maksimal karena matahari sedang berada di posisi tegak lurus dengan permukaan bumi khususnya wilayah Indonesia,” ujar Rezky.

Advertisement

Dampak lain dari kulminasi utama atau saat terjadinya fenomena hari bayangan tersebut perubahan suhu. Sama seperti meningkatnya kadar UV, suhu akan terasa sedikit lebih panas dari hari biasanya apabila saat cuaca cerah tanpa tutupan awan.

“Tidak banyak pengaruh pada saat fenomena hari tanpa banyangan terjadi dan secara garis besar fenomena kulminasi utama matahari atau hari tanpa bayangan ini tidak berbahaya,” cetus Rezky. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syamsul Arifin
PenulisSyamsul ArifinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2016. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia