Advertisement
Peristiwa Daerah

KH Imaduddin Utsman Al Batani Tegaskan Nasab Ba’Alawi Bukan Keturunan Nabi

Nasab Ba’ Alami yang menuai pro kontra di kalangan masyarakat, akhirnya menemukan titik terang. KH Imaduddin Utsman Al Batani menegaskan nasab Ba’ Alawi bukan keturun ...

TIMES Indonesia,
KH Imaduddin Utsman Al Batani Tegaskan Nasab Ba’Alawi Bukan Keturunan Nabi
KH. Imaduddin Utsman Al Batani saat memberikan penjelasan nasab Ba' Alawi di Aula Kampus Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba). (FOTO: Fazar Dimas/TIMES Indonesia).
A-AA+

BANYUWANGI Nasab Ba’ Alami yang menuai pro kontra di kalangan masyarakat, akhirnya menemukan titik terang. KH Imaduddin Utsman Al Batani menegaskan nasab Ba’ Alawi bukan keturunan baginda Nabi Muhammad SAW. 

Pernyataan tersebut diungkapkan dalam kegiatan yang bertajuk ‘Seminar Ilmiah Sejarah Ulama Nusantara’ yang digeber di Aula Kampus Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba), Kabupaten Banyuwangi, Rabu, (3/10/2024).

Advertisement

KH. Imaduddin menjelaskan untuk menentukan seseorang memiliki nasab dengan Nabi Muhammad SAW caranya sangat mudah. Yakni dengan mengurutkan silsilah mereka sampai ke rasulullah yang kemudian diverifikasi.  

“Balawi di indonesia ini mentok ke 9 hijriyah tidak dicatat lagi, terputus tidak sampai ke baginda Nabi Besar Muhammad SAW,” katanya dihadapan para hadirin.

Alhasil, kegiatan yang menghadirkan beberapa narasumber tersebut diantaranya  KH Imaduddin Utsman Al Bantani, KH. Alwi Nurul Alam Al Bantani dan Tubagus Mogi Nurfadil, mampu merobohkan keabsahan nasab Ba’Alawi atau klan bergelar habib yang mengkalim sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW.

Meski acara yang memiliki tujuan untuk memberikan klarifikasi terkait nasab Ba’Alawi ini berjalan dengan sukses dan lancar. Namun, sebelumnya kegiatan seminar tersebut sempat mendapatkan penolakan dari beberapa golongan. 

Komandan Laskar Sabilillah Blambangan, Mahfud Syamsul Hadi, SH, membenarkan adanya penolakan dengan kehadiran KH. Imaduddin di seminar tersebut. 

Advertisement

Menurutnya,  acara sholawatan yang di Maron, Genteng, Banyuwangi, hanya strategi pengalihan perhatian oknum yang menolak kehadiran KH. Imaduddin. Padahal, acara utamanya itu seminar ilmiah sejarah ulama nusantara di Aula Uniba.

“Kedatangan KH. Imaduddin adalah sebagai narasumber memberikan klarifikasi tentang kontroversi yang sedang viral mengenai nasab Ba’ Alawi yang mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW. Karena itu digelar dengan kegiatan seminar,” jelasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syamsul Arifin
PenulisSyamsul ArifinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2016. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia