Advertisement
Peristiwa Daerah

Habiskan Dana Rp60 Miliar Lebih Proyek Air Bersih Pulau Limbo Terancam Gagal Lagi

Proyek penyediaan air bersih di Pulau Limbo, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, yang telah menelan anggaran Rp60 miliar di bawah naungan Badan Prasarana Permukiman dan Wilayah (BPPW) Maluku Utara, berpotensi mengalami kegagalan.

TIMES Indonesia,
Habiskan Dana Rp60 Miliar Lebih  Proyek Air Bersih Pulau Limbo Terancam Gagal Lagi
Gambar warga Desa Lohobuba yang bermukim di Pulau Limbo mengambil air dari Pulau seberang. (FOTO: Warga for TIMES Indonesia)
A-AA+

TALIABU Proyek penyediaan air bersih di Pulau Limbo, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, yang telah menelan anggaran Rp60 miliar di bawah naungan Badan Prasarana Permukiman dan Wilayah (BPPW) Maluku Utara, berpotensi mengalami kegagalan.

Proyek penyediaan air bersih di Pulau Limbo tahun 2023 merupakan kelanjutan proyek serupa tahun 2020 dengan alokasi anggaran sebesar Rp42 miliar yang sebelumnya mengalami kegagalan dan tidak dapat dimanfaatkan.

Advertisement

Proyek penyediaan air bersih di Pulau Limbo yang sebelumnya mengalami kegagalan, kembali dijalankan pada tahun 2023 dengan alokasi anggaran sebesar Rp24 miliar. Kendati demikian, proyek tersebut hingga kini belum juga tuntas dan berpotensi mengalami kegagalan kembali.

Total belanja proyek air bersih Pulau Limbo telah mencapai lebih dari Rp60 miliar. Masyarakat setempat berharap proyek kedua dari Balai Besar Pelaksanaan Penyediaan Perumahan Wilayah Maluku Utara ini dapat berjalan sukses sehingga warga di Desa Limbo dan Lohobuba dapat mengakses air bersih.

Selain terancam gagal, proyek kedua ini mendapatkan kritik dari warga di Pulau Limbo. Sejumlah warga kepada media TIMES Indonesia menjelaskan, pekerja dan penyelam ternyata menggunakan pipa dari proyek lama. 

Pipa dari proyek lama ini diketahui dipakai oleh kontraktor karena sejumlah warga terlibat dalam proyek pipa bawah laut. Pekerjaan air bersih yang memasang pipa bawah laut ini mengambil sejumlah pipa proyek lama untuk digunakan kembali.

"Pekerjaan ini pakai pipa proyek lama, Pak. Banyak warga yang ikut kerja mulai protes. Kami berharap pihak Balai BPPW bisa turun dan lihat langsung cara kerja kontraktor, kalau kerja model ini bisa jadi proyek kedua ini kembali gagal," kata Arman, warga Desa Limbo kepada TIMES Indonesia, Selasa (10/12/2024).

Advertisement

Sementara itu, salah satu pekerja dari pihak rekanan mengatakan bahwa pihak mereka mengalami kesulitan memasang pipa bawah laut karena kekuatan arus laut yang terlalu kencang.

"Ini sulit karena arus bawah laut di area pemasangan pipa itu terlalu kencang," ujar salah satu warga.

Pelaksanaan pekerjaan air bersih Pulau Limbo yang kedua dengan anggaran Rp24 miliar ini  ditargetkan selesai pada bulan April 2024,  tetapi hingga memasuki akhir tahun 2024 pekerjaan tersebut tidak kunjung selesai. 

Sekadar diketahui, sebelumnya proyek Air Bersih Pulau Limbo dengan anggaran Rp42 miliar tahun 2020 dikatakan gagal karena pipa laut yang telah dipasang mengalami kerusakan akibat terbawa arus laut.

Mengenai hal tersebut, pihak BPPW menyatakan terjadi kesalahan perhitungan kecepatan arus di area pemasangan pipa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Husen Hamid
PenulisHusen HamidPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2020. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia