Advertisement
Peristiwa Daerah

Pembangunan Masih Tertinggal, Cianjur Selatan Butuh Perhatian Serius

Pembangunan di wilayah Kabupaten Cianjur bagian Selatan memang masih tertinggal dibandingkan dengan wilayah Cianjur Utara dan Tengah, baik dalam hal penyediaan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, maupun layanan ekonomi.

TIMES Indonesia,
Pembangunan Masih Tertinggal, Cianjur Selatan Butuh Perhatian Serius
Wakil Ketua DPRD Cianjur, Lepi Ali Firmansyah, saat melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat. (FOTO: DPRD Cianjur for TIMES Indonesia)
A-AA+

CIANJUR Pembangunan di wilayah Kabupaten Cianjur bagian Selatan memang masih tertinggal dibandingkan dengan wilayah Cianjur Utara dan Tengah, baik dalam hal penyediaan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, maupun layanan ekonomi. 

Oleh karena itu, diperlukan perhatian serius dan kebijakan yang tepat untuk mempercepat pembangunan di wilayah yang berjarak 120 km dari pusat kota Cianjur ini. 

Advertisement

Salah satu langkah penting yang perlu diambil adalah dengan memastikan bahwa Cianjur Selatan menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030. 

Dalam hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Cianjur, Lepi Ali Firmansyah, yang menekankan perihal pentingnya strategi khusus untuk mendorong percepatan pembangunan di wilayah tersebut. 

"Salah satu aspek yang harus diperhatikan adalah pengembangan akses pendidikan yang lebih luas bagi seluruh masyarakat Cianjur Selatan, dengan didukung oleh fasilitas yang memadai serta tenaga pengajar yang cukup," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Minggu (12/1/2025).

Selain itu, Ketua DPC PKB Cianjur ini menjelaskan, distribusi fasilitas kesehatan yang merata dan mudah diakses juga sangat dibutuhkan, terutama untuk memastikan ketersediaan tenaga medis, seperti dokter, di setiap wilayah. 

"Tidak kalah penting adalah percepatan pembangunan infrastruktur yang akan mendukung kelancaran distribusi barang dan layanan, sehingga perekonomian lokal dapat berkembang dengan lebih baik," tutur Kang Lepi sapaan akrabnya.

Advertisement

Lanjutnya, pembangunan ekonomi masyarakat, yang berbasis pada sektor pertanian, juga harus diprioritaskan, dengan memanfaatkan potensi wisata alam seperti agrowisata dan ekowisata yang dapat memberikan nilai tambah bagi produk pertanian. 

"Kemudian pengembangan industri yang mendukung sektor pertanian, seperti agroindustri, juga harus digalakkan untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian," ungkapnya.

Ditambahkan Kang Lepi, langkah lainnya yang perlu diambil adalah pembentukan lembaga keuangan mikro yang dapat diakses langsung oleh petani, nelayan, dan pelaku UMKM, untuk membantu mereka dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan. 

"Dengan mengutamakan hal-hal tersebut, diharapkan tidak ada lagi kesenjangan pembangunan antara Cianjur Selatan dengan wilayah Cianjur Utara dan Tengah. Semua upaya ini perlu dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan untuk menciptakan kemajuan yang merata di seluruh wilayah Cianjur," tukasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wandi Ruswannur
PenulisWandi RuswannurSarjana Hukum STAI Al-Azhary Cianjur Bergabung bersama TIMES Indonesia sejak 2024. Meliput berbagai topik, termasuk pemerintahan, politik, hukum, olahraga, life style, seni-budaya, pendidikan dan lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia