Advertisement
Peristiwa Daerah

Polres Pacitan Selidiki Kasus Pencopetan HP Jemaah Pengajian Gus Iqdam, 8 Laporan Masuk

Polres Pacitan masih sibuk menyelidiki kasus pencopetan handphone (HP) yang menimpa jemaah pengajian Gus Iqdam di Alun-alun Pacitan beberapa waktu lalu.

TIMES Indonesia,
Polres Pacitan Selidiki Kasus Pencopetan HP Jemaah Pengajian Gus Iqdam, 8 Laporan Masuk
Kapolres Pacitan, AKBP Agung Nugroho saat memberikan keterangan soal penyelidikan kasus copet yang resahkan jemaah pengajian Gus Iqdam. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
A-AA+

PACITAN Polres Pacitan masih sibuk menyelidiki kasus pencopetan handphone (HP) yang menimpa jemaah pengajian Gus Iqdam di Alun-alun Pacitan beberapa waktu lalu. 

Kapolres Pacitan, AKBP Agung Nugroho, bilang, polisi tak tinggal diam. "Ini masih proses penyelidikan. Kami terus berusaha," ujarnya, Senin (3/2/2025).  

Advertisement

Dari puluhan kejadian pencopetan, baru 8 laporan yang masuk ke polisi. "Ada 8 laporan resmi. Salah satu korbannya wartawan," kata Agung Nugroho.  

Sebelumnya, polisi sudah mengimbau masyarakat agar waspada. Tapi, dengan ribuan jemaah yang hadir, pengawasan jadi sulit.

"Orang segitu banyaknya, mana tahu ada oknum yang nyamar pakai baju muslim, bawa anak, eh malah nyopet, misalnya," ucap Kapolres.  

Kasus ini terjadi saat pengajian Gus Iqdam digelar. Ribuan jemaah memadati lokasi. Tak sedikit yang jadi korban pencopetan. Handphone hilang, data penting pun ikut raib.  

Kapolres pun meminta masyarakat tetap waspada. "Kalau lihat hal mencurigakan, langsung laporkan ke polisi," pesannya.  

Advertisement

Sementara itu, penyelidikan terus digenjot. Polisi mengumpulkan bukti dan keterangan dari korban serta saksi. Harapannya, pelaku segera terungkap.  

Agung Nugroho juga mengingatkan warga agar tak mudah percaya isu yang beredar. "Verifikasi dulu sebelum sebarkan informasi," tegasnya.  

Masyarakat Pacitan berharap kasus ini cepat selesai. "Semoga polisi bisa bekerja cepat, biar kami tenang," kata seorang korban yang enggan disebut namanya.  

Dengan kerja polisi dan kewaspadaan masyarakat, keamanan di Pacitan diharapkan tetap terjaga. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia