Pendaftaran Ketua KONI Kota Probolinggo Dibuka, Manuver Politik Mulai Terasa

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Pendaftaran calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Probolinggo, Jawa Timur, resmi dibuka pada Rabu (12/2/2025). Sejak awal, dinamika pemilihan ini sudah menghangat, terutama karena tingginya jumlah calon yang mendaftar, mayoritas dari kalangan politisi.
Sebelumnya, hingga penutupan pengambilan formulir pada Selasa, 11 Februari 2025, tercatat 14 orang telah mengambil formulir. Mereka datang dari berbagai latar belakang, mulai dari politisi, aktivis LSM, pengusaha, hingga mantan pejabat.
Advertisement
Figur-figur Politik Mewarnai Bursa Calon Ketua KONI
Anggota tim penjaringan KONI Kota Probolinggo, Iwan Rosidi mengatakan, para pendaftar kali ini cukup beragam.
“Yang sudah mengambil formulir pendaftaran ada 14 orang. Beberapa di antaranya memang dari kalangan politisi dan LSM Grib, tetapi ada juga yang diwakilkan,” ujar pria yang juga pelatih cabang olahraga panjat tebing itu, Rabu (12/2/2025).
Dari daftar calon yang sudah mengambil formulir, nama-nama politisi cukup mendominasi. Beberapa di antaranya adalah Zulfikar Imawan dari Partai NasDem dan As’ad Anshari dari PPP.
Dari kalangan pengusaha, muncul nama Indi Eko Yanuarto, yang merupakan putra mantan Wali Kota Probolinggo, HM Buchori.
Sementara itu, Sugeng Nufindarko, mantan Ketua KONI Kabupaten Probolinggo, juga turut meramaikan persaingan. Tiga orang lainnya berasal dari aktivis LSM Grib.
Selain dominasi figur laki-laki, pendaftaran kali ini juga diikuti seorang perempuan, Sri Wahyuningsih, yang sebelumnya merupakan anggota DPRD Kota Probolinggo dari Partai Demokrat.
Pendaftaran Dibuka, Tapi Belum Ada yang Kembalikan Formulir
Hingga Rabu sore pukul 15.30 WIB, belum ada satu pun pendaftar yang mengembalikan formulir. Iwan Rosidi memprediksi mayoritas pendaftar baru akan mengembalikannya pada hari terakhir, Kamis, 13 Februari 2025.
“Sampai hari ini, masih belum ada yang mengembalikan formulir. Mungkin besok, mengingat itu adalah hari terakhir pengembalian formulir,” kata Iwan.
Ia menegaskan, calon ketua harus memenuhi syarat administratif yang cukup ketat, salah satunya mendapatkan dukungan dari minimal lima cabang olahraga (cabor) di bawah KONI Kota Probolinggo.
Saat ini, ada 46 cabor yang bernaung di KONI Kota Probolinggo. Setiap calon perlu membangun komunikasi dan meyakinkan cabor untuk mendapatkan dukungan.
Lobi-lobi Politik di Balik Dukungan Cabor
Azam Fikri, salah satu pendaftar yang juga mantan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Probolinggo, mengaku masih melakukan komunikasi dengan sejumlah cabor sebelum mengembalikan formulirnya.
“Saya masih menjalin komunikasi intens dengan beberapa cabor terkait surat dukungan. Jadi, untuk pengembalian formulir, saya belum bisa memastikan waktunya,” ujar Azam.
Setelah masa pengembalian formulir ditutup pada 13 Februari 2025, panitia akan melakukan verifikasi dokumen pada 14-15 Februari 2025. Jika ada dokumen yang tidak sesuai, pendaftar diberi kesempatan untuk memperbaikinya sebelum keputusan final.
Dengan jumlah pendaftar yang cukup banyak dan persaingan yang ketat, pemilihan Ketua KONI Kota Probolinggo kali ini diprediksi akan berlangsung dinamis. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Imadudin Muhammad |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |