Peristiwa Daerah

Siapkan Program Prioritas, DKP3 Kota Banjar Siap Selaraskan dengan Pertanian Berdaya

Jumat, 21 Februari 2025 - 19:57 | 20.99k
Kadistan Kota Banjar, Yoyon Cuhyon saaf berikan keterangan pers di meja kerjanya. (FOTO: Susi/TIMES Indonesia)
Kadistan Kota Banjar, Yoyon Cuhyon saaf berikan keterangan pers di meja kerjanya. (FOTO: Susi/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BANJAR – Dalam rangka mendukung program berdaya di sektor ketahanan pangan dan pertanian, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan atau DKP3 Kota Banjar siapkan 6 program prioritas.

Program prioritas yang sudah disiapkan diterangkan Kepala DKP3 Kota Banjar, Yoyon Cuhyon, juga mengacu pada Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Jabar Istimewa.

Advertisement

"Program prioritas pembangunan tersebut di antaranya, pertama revitalisasi pembenihan dan pembibitan, kedua peningkatan SDM dan digitalisasi," katanya, Jumat (21/2/2025).

Ketiga, lanjut Yoyon, modernisasi alat mesin pertanian dan pengembangan pertanian organik, ke empat adalah pengadaan, pembangunan, revitalisasi infrastruktur pertanian dan perikanan.

"Yang ke lima diversifikasi pangan dan hilirisasi produk pertanian, dan keenam jaminan pemerintah untuk perlindungan dan pengendalian bencana pertanian," imbuhnya.

Enam program prioritas tersebut akan langsung dijalankan setelah pelantikan kepala daerah dan langsung disusun ke dalam rencana strategis.

Yoyon menjelaskan bahwa program akan berjalan setelah pelantikan kepala daerah, dan akan langsung menyusun rencana strategis dinas untuk ditarik ke RPJMD.

"Untuk mendukung upaya percepatan ketahanan pangan juga kita akan menerima bantuan 10 unit pompa air dari Kementrian Pertanian," jelasnya.

Ditambahkan Kepala Bidang Pertanian, Yeti Sukmayati bahwa secara keseluruhan luas lahan pesawahan di Kota Banjar saat ini seluas 3083 hektare.

Berkurangnya luah lahan persawahan, diungkap Yeti karena adanta alih fungsi lagan pesawahan yang tahun sebelumnya memiliki luas 3311 hektare.

"Jika dilihat dari lahan memang berkurang, dan produksi tentunya akan berkurang. Tapi untuk mengatasi itu kita akan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) yang tadinya satu kali jadi dua kali, yang tadinya tiga jadi empat kali tanam," ujarnya.

Yeti optimis bisa mendukung ketahanan pangan karena jika dilihat dari produksi tahun 2024, Kota Banjar ini surplus sampai 6 bulan ke depan.

"Insyaallah bisa mendukung ketahanan pangan, karena dilihat dari produksi 2024 surplus 6 bulan ke depan," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES