TNBTS Tangkap 7 Pendaki Ilegal Gunung Semeru

TIMESINDONESIA, MALANG – Sebanyak tujuh pendaki ilegal Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur akhirnya berhasil ditangkap oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Ketujuh pendaki ilegal tersebut juga sudah memberikan klarifikasi dan permohonan maaf melalui sebuah video yang diunggah oleh akun media sosial instagram @agipmuhammad_.
Advertisement
Dalam video tersebut, ketujuh pendaki tersebut mengakui bahwa ia mendaki ke Gunung Semeru melalui jalur ilegal. Mereka berasal dari berbagai daerah, yakni Yogyakarta, Pasuruan, Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, dan Solo.
Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama mengatakan, kasus ini bermula muncul saat ada video pendakian ilegal Gunung Semeru yang tersebar di sejumlah akun media sosial pada 21 Januari 2025 lalu.
"Dari situ, kami melakukan penyelidikan untuk mendapatkan informasi terduga pelaku pendakian ilegal," ujar Endrip, Rabu (26/2/2025).
Kemudian, setelah identitas ketujuh pendaki ilegal berhasil ditemukan, pihak TNBTS melayangkan surat panggilan kepada mereka untuk melakukan klarifikasi.
Lalu, ada empat orang yang memenuhi panggilan pertama dari pihak TNBTS pada 17 Februari 2025 lalu.
"Dari hasil keterangan, terdapat tujuh orang pelaju yang melakukan pendakian ke Puncak Gunung Semeru melalui jalur ilegal. Ini melanggar batas aman pendakian dan mereka membuat informasi tidak benar serta menyebarkan ke media sosial," ungkapnya.
Selanjutnya, pada 25 Februari 2025, ketujuh pendaki ilegal tersebut seluruhnya memenuhi panggilan kedua dari pihak TNBTS.
Dalam pemanggilan kedua itu, mereka menyatakan siap menerima hukuman yang berlakukan dan mau menerima konsekuensi atas perbuatannya.
"Kami imbau kepada seluruh pendaki dan pecinta alam untuk melakukan pendakian melalui jalur resmi TNBTS dan mematuhi aturan yang berlaku. Kami akan tindak tegas segala bentuk pelanggaran dan memberikan sanksi tegas sesuai hukum yang berlaku," tuturnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, rombongan pendaki ilegal dikabarkan mendaki hingga puncak Gunung Semeru, Jawa Timur. Mereka juga merekam aktifitas mereka selama berada di puncak dan menyebarkan ke media sosial.
Awalnya, video tersebut diunggah oleh akun instagram @jejakpendaki. Dalam unggahan itu, terlihat sekelompok pendaki tampak antusias berada di puncak Gunung Semeru.
Sebagai informasi, Balai Besar TNBTS telah menutup jalur pendakian Gunung Semeru sejak 2 Januari hingga 8 Februari 2025. Diduga, rombongan ilegal itu mendaki saat jalur masih ditutup.(*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Ferry Agusta Satrio |
Publisher | : Rizal Dani |