Advertisement
Peristiwa Daerah

Tari Kolosal dan Devile Pelajar Kabupaten Malang, Cerminkan Cita Sekolah Unggulan

- Penampilan tari kolosal yang begitu apik disuguhkan ratusan pelajar SMPN di Kabupaten Malang, bersamaan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei 2025.

TIMES Indonesia,
Tari Kolosal dan Devile Pelajar Kabupaten Malang, Cerminkan Cita Sekolah Unggulan
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwadji (tengah), dan jajaran, siap mewujudkan pendidikan bermutu dan Sekolah Unggulan di Kabupaten Malang. (Foto: Humas Dindik)
A-AA+

MALANG Penampilan tari kolosal yang begitu apik disuguhkan ratusan pelajar SMPN di Kabupaten Malang, bersamaan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei 2025.

Tarian kolosal yang ditampilkan adalah tari Topeng Malang, dibawakan penari dengan tutup wajah topeng. Sebagian, membawa bendera panji-panji yang melakukan gerakan berlarian berurutan. 

Advertisement

Secara serentak dan kompak, pagelaran tarian kolosal ini di disajikan di halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang. Bupati Malang, HM Sanusi, pejabat Forkopimda Kabupaten Malang, juga undangan OPD Pemkab Malang tampak begitu menikmati persembahan pelajar SMPN se Kabupaten Malang. 

Tak hanya itu, sejumlah pelajar dalam barisan tim kelompok masing-masing juga melakukan deville. Dengan mengenakan kostum busana tradisional nusantara, mereka melakukan pawai berurutan. 

Tari-Kolosal.jpg

Peserta deville ini merupakan pelajar yang berasal dari 76 calon Sekolah Unggulan yang dicanangkan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. 

Apa yang ditunjukkan pelajar Kabupaten Malang dalam penampilan tarian kolosal maupun deville Sekolah Unggulan ini, mencerminkan semangat dan cita-cita kuat menjadi generasi unggul dengan prestasi yang dimiliki. 

Advertisement

Terkait program Sekolah Unggulan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwadji mengatakan, jumlah calon Sekolah Unggulan di Kabupaten Malang terdiri dari 40 SMP Negeri, 33 SD Negeri, dan 2 PAUD. 

Dindik.jpg

Menurutnya, untuk Sekolah Unggulan jenjang SMPN pada tahun ajaran baru mendatang sudah diterapkan. 

Namun, dimungkinkan tidak semua atau hanya beberapa sekolah saja, bergantung hasil penilaian oleh Tim Pendampingan pihak Universitas Negeri Malang (UM). 

"Nanti yang benar-benar mendapat pendampingan adalah sekolah yang sudah dinyatakan unggulan ini, setelah ada analisis dari fisibilitas dari tim UM tadi," tandasnya.

Dari hasilnya, akan ditentukan klaster atau klasifikasi, berapa sekolah yang layak, yang sedang, yang kurang unggul. Kemudian akan dimantapkan lagi melalui FGD dengan fasilitasi pendamping UM. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Khoirul Amin
PenulisKhoirul AminAhli Madya Bahasa Inggris Dan Dunia Usaha Universitas Negeri Malang (2001). Bergabung di TIMES Indonesia sejak Oktober 2024. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains (pendidikan), seni, budaya dan kegiatan sosial keagamaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia