Advertisement
Peristiwa Daerah

Dedi Mulyadi Galang Dukungan untuk Selamatkan Gereja di Cianjur dari Penyitaan

Dedi Mulyadi, melalui akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, menyebut bahwa persoalan gereja yang viral di Cianjur sebagai perkara perdata murni.

TIMES Indonesia,
Dedi Mulyadi Galang Dukungan untuk Selamatkan Gereja di Cianjur dari Penyitaan
Dedi Mulyadi bersama Pendeta Paripurna Simatupang di Cianjur. (Foto: Instagram @dedimulyadi71)
A-AA+

Cianjur Pendeta Paripurna Simatupang di Cianjur mengungkapkan tengah menghadapi beban utang mencapai Rp6 miliar. Kondisi ini terungkap saat ia bertemu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Pendeta tersebut menceritakan bahwa tanah gereja yang dipimpinnya dijadikan jaminan. Karena tunggakan belum terbayar, gereja itu kini terancam disita. Air mata pendeta pun tak terbendung ketika menyampaikan permintaan tolong.

Advertisement

Dedi Mulyadi, melalui akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, menyebut bahwa persoalan tersebut sebagai perkara perdata murni. Meski demikian, ia menilai masalah ini memiliki potensi menimbulkan dampak sosial yang luas. 

Menurutnya, jika gereja benar-benar disita, proses membangunnya kembali akan jauh lebih sulit dan mahal. Selain memerlukan pembelian tanah baru dan perizinan yang panjang, situasi ini berisiko memicu ketegangan di masyarakat.

Atas dasar itu, Dedi menilai pelunasan utang menjadi langkah paling tepat. Mantan Bupati Purwakarta ini menyatakan kesiapannya menjadi fasilitator untuk mencari solusi. Ia berencana menggalang dukungan dari pengusaha dan jemaat Kristen guna membantu melunasi tunggakan. 

"Nah dengan begitu hak pihak peminjam terpenuhi, sementara gereja juga tetap berdiri sebagai tempat ibadah," kata KDM sapaan akrabnya dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Minggu (10/8/2025).

Selain itu, Dedi juga akan berupaya menjalin komunikasi dengan pihak pengadilan untuk mengajukan penundaan penyitaan. Hal ini dimaksudkan memberi waktu baginya dan tim dalam mengumpulkan dana. Ia pun berpesan kepada jemaat agar terus beribadah seperti biasa, tanpa terpengaruh oleh situasi yang sedang dihadapi.

Advertisement

"Kami menegaskan komitmen untuk menjaga agar gereja termasuk di Cianjur ini tetap menjadi ruang ibadah dan penguatan iman bagi umat. Artinya mempertahankan keberadaannya bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi juga menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat," tukasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wandi Ruswannur
PenulisWandi RuswannurSarjana Hukum IAI Al-Azhary Cianjur Bergabung bersama TIMES Indonesia sejak 2024. Meliput berbagai topik, termasuk pemerintahan, politik, hukum, olahraga, life style, seni-budaya, pendidikan dan lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia