Advertisement
Peristiwa Daerah

Gelombang Rossby Jadi Pemicu Hujan Lebat, BNPB Catat 9 Korban Tewas Akibat Banjir Bali

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gelombang ekuatorial Rossby sebagai pemicu hujan lebat yang menyebabkan banjir Bali beberapa hari terakhir. Fenomena atmosfer ini meningkatkan awan konvektif, ditambah kelembapan udara tin

TIMES Indonesia,
Gelombang Rossby Jadi Pemicu Hujan Lebat, BNPB Catat 9 Korban Tewas Akibat Banjir Bali
Seorang pengendara motor terjebak dalam air akibat banjir di Jalan Dewi, Badung, Bali, Sabtu (8/10/2022). (FOTO: ANTARA/Rolandus Nampu)
A-AA+

JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gelombang ekuatorial Rossby sebagai pemicu hujan lebat yang menyebabkan banjir Bali beberapa hari terakhir. Fenomena atmosfer ini meningkatkan awan konvektif, ditambah kelembapan udara tinggi hingga lapisan 500 milibar serta suhu muka laut di selatan Bali mencapai 28–29 derajat Celsius.

“Kondisi tersebut membuat udara lembap mudah terangkat dan berujung pada hujan intensitas tinggi,” kata BMKG dalam keterangan resminya, Rabu (10/9/2025).

Advertisement

Gelombang Rossby merupakan fenomena atmosfer yang dipengaruhi rotasi bumi (efek Coriolis) dan gradien tekanan udara. Fenomena ini memperkuat pola pembentukan awan hujan, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dampak banjir Bali meluas ke enam kabupaten/kota, yakni Denpasar, Jembrana, Gianyar, Klungkung, Badung, dan Tabanan.

“Kami mencatat sembilan orang meninggal dunia, dua hilang, dan 620 jiwa terdampak,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

BNPB merinci, di Kota Denpasar lima orang meninggal dunia dan dua hilang, Jembrana dua meninggal dunia dengan 200 jiwa terdampak, Gianyar dan Badung masing-masing satu meninggal dunia, serta di Klungkung 99 kepala keluarga atau 420 jiwa terdampak.

Hujan ekstrem ini juga menyebabkan kerusakan infrastruktur, termasuk 474 unit kios dan ruko. Pemerintah pusat sebelumnya menyiapkan dana Rp5 miliar untuk mendukung penanganan darurat di Bali.

Advertisement

BMKG mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih terjadi, dengan pergeseran ancaman dari Bali menuju Jawa dan Sumatera dalam beberapa hari ke depan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia