Advertisement
Peristiwa Daerah

Santri Ponpes Al Khoziny Ditemukan Meninggal dalam Sujud, Wafat di Tengah Ibadah Terakhir

Di tengah-tengah evakuasi Tim SAR gabungan terhadap korban yang tertimpa material bangunan mushala Ponpes Al Khoziny, ada satu momen memilukan sekaligus mengharukan. Salah satu santri bernama Agus Ubaidillah ditemukan meninggal dalam keadaan sujud.

TIMES Indonesia,
Santri Ponpes Al Khoziny Ditemukan Meninggal dalam Sujud, Wafat di Tengah Ibadah Terakhir
Tim SAR gabungan saat membersihkan material bangunan mushala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo (FOTO: Dok. SAR Surabaya)
A-AA+

SIDOARJO Suasana duka menyelimuti Pondok Pesantren atau Ponpes Al Khoziny atas tragedi bangunan mushola tiga lantai yang ambruk dan menimpa ratusan santri saat sholat ashar berjamaah pada Senin (29/9/2025) lalu.

Di tengah-tengah evakuasi yang dilakukan Tim SAR gabungan terhadap korban yang tertimpa material bangunan, ada satu momen yang sangat memilukan, sekaligus mengharukan.

Advertisement

Yaitu salah satu santri bernama Agus Ubaidillah ditemukan meninggal dalam keadaan sujud di sektor A1 dekat pintu masuk mushola.

“Korban ke-12 ditemukan meninggal dalam keadaan sujud,” kata Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI, Yudhi Bramantyo, katanya beberapa waktu lalu seperti yang dikutip TIMES Indonesia pada Minggu (5/10/2025).

Santri Agus Ubaidillah meninggal dalam sujud juga dibenarkan sang ayah korban Ahmad Faiz. Ahmad menceritakan bahwa luka yang dialami putranya itu ada pada bagian mulut sama hidung.

“Luka memar ada di bagian mulut sama hidungnya. Itu menandakan bahwa Agus meninggal dalam keadaan sujud untuk terakhir kalinya,” ucapnya. Ya saat peristiwa terjadi santri Ponpes Al-Khoziny sedang menunaikan shalat ashar berjamaah.

Dalam keseharian almarhum santri kelas III SMP/Sederajat ini dikenal sebagai anak yang periang dan suka berbagi sama teman-temannya.

Advertisement

Bahkan anak keempat dari 5 bersaudara ini dalam beberapa minggu terakhir sikapnya lebih tenang. Hal ini seolah-olah sedang berpamitan kepada keluarganya.

“Kalau dinasehati tidak pernah banta, hanya senyum. Kalau disuruh-suruh tidak ngambek, tapi selalu senyum,” kenang sang ayah, Ahmad Faiz.

Remaja 14 tahun itu juga dikenal suka berbagi sama teman-temanya. Ketika waktu masa kiriman pondok, tidak dimakan sendiri, tapi dibuat rame-rame sama teman-temannya.

“kalau ada makanan saat dikirim itu, selalu dimakan bersama dengan teman-temannya,” imbuhnya.

Faiz pun menepis adanya isu yang menyebutkan adanya metode hukuman berupa kegiatan mengecor (konstruksi) bagi santri yang terlambat atau melanggar. Tugas utama para santri adalah belajar, mengaji, shalat rutin, dan beribadah. (*)

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syaiful Bahri
PenulisSyaiful BahriSarjana Administrasi Publik, Universitas Sunan Giri Surabaya, Bergabung bersama TIMES Indonesia pada Juli 2025. dengan minat liputan bidang pemerintahan, politik, hukum dan pendidikan serta lifestyle.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia