Advertisement
Peristiwa Daerah

Reruntuhan Musala Ponpes Al Khoziny Bersih, Tim SAR Fokus Pemulihan Lokasi

Seluruh korban yang tertimpa reruntuhan sudah berhasil dievakuasi. Dalam operasi yang berlangsung sejak 29 September 2025 itu, total 104 orang berhasil diselamatkan, sementara 67 korban ditemukan meninggal dunia, termasuk 8 potongan bagian tubuh.

TIMES Indonesia,
Reruntuhan Musala Ponpes Al Khoziny Bersih, Tim SAR Fokus Pemulihan Lokasi
Apel penutupan Operasi SAR di Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo. Operasi penyelamatan berlangsung selama 9 hari. (FOTO: Dok. BNPB)
A-AA+

SIDOARJO Setelah sembilan hari upaya tanpa henti, lokasi reruntuhan musala Ponpes Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo kini benar-benar bersih. Seluruh material bangunan yang sebelumnya menumpuk di area kejadian telah dipindahkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jabon.

Kondisi lapangan kini tampak lapang dan rata dengan tanah. Hanya dua ekskavator dan satu unit crane yang masih tersisa di lokasi untuk keperluan pembersihan akhir. Beberapa petugas dari Basarnas dan BNPB juga masih tampak melakukan pengecekan lanjutan serta pengamanan area sekitar.

Advertisement

Apel-penutupan-Operasi-penyelamatan-Ponpes-Al-Khoziny-2.jpg

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii, menjelaskan bahwa seluruh korban yang tertimpa reruntuhan sudah berhasil dievakuasi. Dalam operasi yang berlangsung sejak 29 September 2025 itu, total 104 orang berhasil diselamatkan, sementara 67 korban ditemukan meninggal dunia, termasuk delapan potongan bagian tubuh.

“Seluruh area bekas reruntuhan sudah kami pastikan tidak ada lagi korban. Evakuasi selesai, dan lokasi sudah dalam kondisi aman,” ujar Syafii.

Ia menambahkan, tantangan terbesar selama proses pencarian adalah akses yang sempit serta struktur bangunan yang ambruk berbentuk pancake collapse. Namun berkat koordinasi antartim, proses penyelamatan berjalan hati-hati dan berhasil mengevakuasi korban hidup dari reruntuhan.

Seluruh korban yang ditemukan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.

Advertisement

Saat ini, perhatian beralih pada tahap pemulihan dan investigasi penyebab runtuhnya bangunan musala tersebut. Pemerintah daerah bersama instansi terkait tengah menyiapkan langkah lanjutan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syaiful Bahri
PenulisSyaiful BahriSarjana Administrasi Publik, Universitas Sunan Giri Surabaya, Bergabung bersama TIMES Indonesia pada Juli 2025. dengan minat liputan bidang pemerintahan, politik, hukum dan pendidikan serta lifestyle.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia