Advertisement
Peristiwa Daerah

Pasca Angin Puting Beliung di Malang, Warga Buka Pos Pengungsian

Angin puting beliung menerjang wilayah Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Puluhan rumah warga rusak ringan hingga berat.

TIMES Indonesia,
Pasca Angin Puting Beliung di Malang, Warga Buka Pos Pengungsian
Kondisi terkini kerusakan rumah warga di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang akibat puting beliung dan hujan deras. (FOTO: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Angin puting beliung menerjang wilayah Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Minggu (2/11/2025) kemarin sekitar pukul 14.30 WIB. Sebanyak 81 rumah warga dilaporkan rusak dengan tingkat kerusakan bervariasi.

Kaur Umum Desa Sumbersekar, Amin Anjilin menjelaskan, ada 9 rumah mengalami rusak berat, 14 rusak sedang, dan 57 rusak ringan. 

Advertisement

Bahkan, saat ini warga terdampak terpaksa harus menutup bagian rumah yang jebol dengan terpal untuk sementara waktu.

Kondisi-terkini-kerusakan-rumah-warga-a.jpg

“Kami masih menunggu bantuan dari pemerintah daerah, entah berupa seng atau material lainnya,” ujar Amin, Senin (3/11/2025).

Dua dusun terdampak paling parah dalam insiden ini, yakni Dusun Semanding dan Dusun Krajan. Pusat pusaran angin sempat terjadi di kawasan Pondok Pesantren Ar-Rohmah Putri sebelum menerjang permukiman warga.

Pemerintah desa bersama BPBD mendirikan posko tanggap darurat selama tujuh hari ke depan sambil memantau perkembangan kondisi di lapangan. 

Advertisement

Kondisi-terkini-kerusakan-rumah-warga-b.jpg

“Jika situasi dinyatakan aman, posko akan ditutup sesuai rencana,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan kebutuhan bantuan mendesak berupa material bangunan, sementara desa telah menyalurkan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan harian warga.

Dari kesaksian warga, angin puting beliung melintas sangat cepat namun menimbulkan kerusakan masif.

“Tidak sampai bermenit-menit. Suaranya seperti helikopter, dan banyak barang berterbangan,” tutur salh satu warga, Sintiya Puspitasari.

Sintiya mengapresiasi langkah cepat aparat dan pemerintah desa yang langsung turun ke lokasi setelah kejadian untuk melakukan pendataan serta pembersihan puing-puing bangunan.

“Sampai malam kemarin terus dilakukan pembersihan. Semua berserakan,” ucapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia