Desa di Pidie Jaya Terendam Lumpur Setinggi 2 Meter, Warga Butuh Alat Berat untuk Bisa Pulang
Gampong Babah Krueng, Pidie Jaya, Aceh, terendam lumpur setinggi 2 meter pascabanjir. 1.200 warga masih mengungsi dan butuh alat berat untuk bersihkan rumah mereka.

PIDIE JAYA – Warga korban banjir di Gampong Babah Krueng, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mendesak bantuan alat berat untuk membersihkan material lumpur yang menutupi permukiman mereka. Lumpur setinggi hingga dua meter dari luapan Sungai Meureudu masih menyelimuti rumah-rumah setelah banjir yang terjadi pada Rabu (26/11/2025).
Keuchik (Kepala Desa) Babah Krueng, Ismail, menyatakan bahwa hampir semua korban belum dapat kembali ke rumah.“Hampir semua korban banjir di desa ini belum bisa kembali ke rumah masing-masing, karena tempat tinggal mereka tertimbun lumpur,” ujarnya pada Jumat (5/12/2025).
Sebanyak 1.200 jiwa dari 348 keluarga masih terpaksa mengungsi di meunasah, kantor desa, dan lokasi lain. Ismail menekankan bahwa pembersihan manual dengan tenaga manusia tidak memadai mengingat volume lumpur yang sangat besar.
“Kalau pembersihan menggunakan tenaga manusia membutuhkan waktu lama. Selain itu masyarakat juga tidak memiliki uang untuk membersihkannya sendiri-sendiri,” jelasnya.
Warga membutuhkan dukungan pemerintah daerah untuk mengirimkan alat berat agar proses pembersihan bisa dipercepat. Tanpa intervensi tersebut, masyarakat tidak dapat segera pulang dan membangun kembali kehidupan mereka. “Jika lumpur tidak dibersihkan, maka korban banjir di desa ini tidak bisa pulang,” pungkas Ismail.
Dengan kondisi yang masih darurat, bantuan alat berat menjadi kebutuhan mendesak di samping bantuan logistik dan kebutuhan pokok lainnya bagi para pengungsi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


